Berita Properti

24 Mar 2005

Pembangunan Sarana dan Prasarana di Banda Aceh

Asaki.or.id – Menara Kadin, Sehubungan dengan pemulihan kembali kondisi masyarakat Pasca Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam, khususnya Banda Aceh, maka bersama ini ASAKI merencanakan program melalui keikutsertaan anggota – anggota dalam memberikan sumbangan untuk Program Pembangunan Sarana dan Prasarana yang dalam pelaksanaannya, ASAKI akan bekerjasama dengan Himpunan Industri Kecil, Kadinda dan Pemda Banda Aceh.

Pembangunan sarana dan prasarana ini mencakup penyediaan bahan baku dan atau bahan bangunan untuk sekolah, klinik, dan sanitasi. Untuk itu, para anggota kami mohon dapat ikut serta mendukung kegiatan ASAKI tersebut  di atas, yang mana sumbangan dapat berbentuk keramik, lantai, genteng – genteng untuk sekolah dan klinik, sanitary dan lain – lain.

Sebagai tanggapan keikutsertaan, Bapak / Ibu / Sdr / I, dapat menghubungi Sdri. Maya d/a Sekretariat ASAKI di 021 – 5274667 atau melalui e-mail di maya@asaki.or.id, dan mengenai bentuk sumbangan yang akan diberikan untuk pembangunan di Banda Aceh.

Demikian, atas kerjasama dan peran serta aktif Bapak / Ibu / Sdr / I, kami ucapkan terimakasih.

Hormat Kami,

Maya

Berita Manajemen

24 Mar 2005

Harga BBM Naik 29% meski ditolak DPR

Asaki.or.id – Kadin, Tepatnya pada tanggal 28 Februarri 2005, pukul 23.30, dalam konferensi pers yang dihadiri oleh Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional, Sri Mulyani, Menko Ekuin Aburizal Bakrie dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro mengumumkan bahwa Harga Bahan Bakar Minyak akan naik rata-rata sebesar 29% efektif berlakunya pada tanggal 1 Maret 2005.

Pada kesempatan yang sama pula. setelah mengadakan konferensi pers, Menko Ekuin meninjau secara acak dan disebutkan sebagai Inspeksi Mendadak ke beberapa SPBU untuk melihat reaksi masyarakat setelah pengumuman kenaikan harga.

Berikut harga baru Bahan Bakar Minyak per Maret 2005

Jenis           	Lama  (Rp)   baru
Solar transportasi 1.650	2.100
Solar industri	1.650		2.200
Premium         	1.810       2.400
Minyak tanah        700         700
Minyak tanah**  	1.800       2.200
Minyak diesel   	1.650       2.300
Minyak bakar    	1.650       2.300
Pertamax Plus   	4.200		-
Pertamax	     	4.000		-
Ket: ** = Minyak tanah industri
Berita Informasi Teknologi

24 Mar 2005

Nokia Hadirkan Ponsel 3G

Asaki.or.id – Menara Kadin, Nokia 6680, ponsel generasi ketiga dengan keunggulan kemampuan mentransfer data ukuran besar secara cepat. Menurut Country Manager Nokia Indonesia, Hasan Aula, kemampuannya bisa menyamai kapasitas internet broadband, dan terdapat layanan online game.

Fitur Nokia 6680, terutama adalah hadirnya 2 kamera, pada sisi depan dan belakang, kamera bagian belakang hadir dengan lampu kilat, dan pada sisi depan kamera dipergunakan untuk video calling atau bercakap-cakap sambil melihat gambar lawan bicara.

Nokia 6680 juga selain merupakan smartphone dapat berfungsi sebagai Xpress print, tanpa harus dikoneksikan ke komputer. Ponsel hanya perlu disambungkan dengan kabel USB printer.

Sumber:  MIOL
Berita Internasional

24 Mar 2005

Konfrontasi Ekonomi di Ambalat

Asaki.or.id – Menara Kadin, Setelah Sepadan dan Ligitan, kini Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia kembali terancam dengan adanya keinginan Malaysia untuk memiliki Pulau Ambalat. Pulau Ambalat yang kaya akan cadangan mineral, seperti kita tahu bahwa sudah ada 2 perusahaan minyak / tambang yang membuat perjanjian dengan RI yakni ENI dari Italia, dan Unocal dari Amerika. Dan kini, Shell dari Belanda tampaknya tidak memperdulikan bahwa Ambalat yang masuk di wilayah kesatuan RI, tetap menginginkan untuk mengeksploitasi cadangan minyak dan gas bumi di sana melalui perjanjian yang dibuat dengan Malaysia.

Berita Daerah

18 Mar 2005

Konsistensi Penerapan Bea Masuk Keramik

Asaki.or.id – Kadin, JAKARTA (Bisnis): Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) meminta pemerintah untuk secara ketat memberlakukan tarif bea masuk keramik 20% – 30% dalam kerangka kebijakan harmonisasi, karena disinyalir masih banyak produk impor yang masuk tanpa membayar BM.

Sekretaris Jenderal Asaki Zulfikar Lukman mengatakan berdasarkan laporan anggota asosiasi, diketahui masih banyak produk keramik impor yang dijual di bawah rata-rata, karena disinyalir masuk tanpa membayar BM.

“Pada 1 Januari 2005 pemerintah telah efektif memberlakukan kenaikan bea masuk keramik dari 5% menjadi 20% untuk keramik lantai, dan 30% untuk peralatan makan. Namun kami mendengar laporan dari para anggota bahwa masih banyak ditemui produk keramik murah karena tidak membayar BM,” ujarnya, kemarin.

Zulfikar menerangkan meskipun terlalu dini untuk menuduh bahwa pengawasan penerapan tarif BM belum maksimal, namun pemerintah harus tetap mewaspadai adanya praktik penyelundupan dan under invoice.

Harmonisasi tarif yang dikeluarkan pemerintah di penghujung tahun lalu, kata dia, tidak akan mencapai tujuan jika tanpa diikuti tindakan nyata dari pemerintah untuk menyelamatkan industri nasional.

“Menaikkan BM untuk produk impor, selain dapat menambah pendapatan negara juga bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan kinerja industri nasional,” tuturnya.

Zulfikar menerangkan kenaikan BM mendorong pelaku usaha untuk menaikkan harga jual keramik lokal dengan harga bervariasi, misalnya, keramik putih yang semula Rp18.000 per m3 menjadi sekitar Rp21.000 hingga Rp23.000 per m3.

Sedangkan produk keramik saniteri seperti kloset duduk harganya naik dari Rp500.000 menjadi Rp650.000 per unit. Demikian pula produk wastafel naik dari Rp100.000 menjadi Rp150.000 per unit.

Dia menerangkan di pasar domestik masih banyak ditemukan produk impor yang dijual dengan harga murah di bawah harga rata-rata keramik lokal, padahal jika BM-nya dibayar sesuai ketentuan maka harganya dipastikan lebih mahal.

“Asaki akan aktif melakukan pemantauan di lapangan dan mencari tahu berapa banyak keramik impor yang masuk tanpa membayar BM,” ujarnya. (rni)