Berita Internasional

21 Jun 2005

‘Rekomendasi safeguard keramik agar ditolak’

Asaki.or.id – Jakarta, JAKARTA (Bisnis): GINSI dan kuasa hukum eksportir China mendesak Menkeu agar menolak rekomendasi KPPI untuk menerapkan bea masuk tambahan safeguard terhadap produk impor keramik dari 10 negara. Amiruddin Saud, Ketua Umum BPP Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), mengungkapkan kerugian yang dialami industri keramik nasional terbukti bukan karena lonjakan impor keramik dari 10 negara (China, Australia, Prancis, Italia, Jepang, Malaysia, Jerman, Korsel, India, Singapura, Thailand, Inggris dan AS) tetapi karena mereka tidak efisien dan mis-management. Buktinya, saat diterapkan BM 40% atas produk impor keramik pada 1991, industri keramik nasional tetap saja tidak mampu meningkatkan produksi dan daya saingnya, meski 99% bahan bakunya dari dalam negeri. “Karena itu, Menkeu hendaknya mencermati secara mendalam hasil penyeli-dikan safeguard keramik oleh Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia [KPPI]. Sebab, penyelidikan itu cacat hukum dan tidak memenuhi persyaratan organisasi perdagangan dunia [WTO],” ujarnya kemarin. Menurut dia, importir masih bisa memaklumi ketika pemerintah memutuskan pengenaan BM 30% atas impor keramik per 1 Januari 2005, demi kepentingan nasional. “Tapi kalau sekarang mau ditambah lagi dengan safeguard, jelas ini keterlaluan dan merupakan pemerasan.” Amiruddin mengungkapkan seharusnya pemerintah memihak kepada mayoritas konsumen, yaitu 225 juta penduduk Indonesia, yang kini diuntungkan dengan produk keramik impor yang lebih murah dan tidak dijual dumping. Dia menekankan impor keramik mampu memberikan pemasukan ke negara dari BM dan pajak atas impor senilai Rp3 triliun per tahun. Harga naik Dia memastikan harga keramik akan naik sekitar 20% – 30% jika BM safeguard diterapkan. “Pemerintah pasti bakal kena getahnya karena menyengsarakan rakyat. Belum lagi kemungkinan tindakan balasan dengan membuat hambatan terhadap produk ekspor nasional, yang kini dalam posisi surplus ke-10 negara tersebut.” “GINSI selaku interested party dalam kasus ini, sampai rekomendasi dikeluarkan belum pernah diminta pendapat atau memberikan bantahan. Padahal itu merupakan salah satu syarat mutlak dalam penyelidikan safeguard.” Menurut dia, GINSI sudah memperoleh informasi bahwa KPPI telah memberikan rekomendasi ke Mendag pada 4 Mei 2005 agar mengenakan BM safeguard sebesar Rp1.600 per kg atas keramik impor dari 10 negara. Sementara Harry Tjipta Prabawa, kuasa hukum eksportir keramik China di Indonesia, mengingatkan hasil penyelidikan KPPI tidak pernah dipublikasikan kepada seluruh pihak terkait, termasuk eksportir di 10 negara tersebut, sehingga cacat berdasarkan ketentuan WTO. KPPI juga tidak pernah melakukan riset ilmiah seperti ketentuan WTO untuk membuktikan kausalitas membanjirnya produk impor keramik dan kerugian industri keramik nasional. Sementara Mendag Mari Elka Pangestu masih menunggu keputusan Menkeu Jusuf Anwar atas rekomendasi pengenaan BM tambahan safeguard terhadap produk keramik dan tableware. “Untuk [safeguard] keramik, saya sudah sampaikan suratnya ke Menkeu akhir Mei lalu,” ujarnya.

Berita Daerah

21 Jun 2005

Desakan Bagi Pemerintah Untuk Pemetaan Industri Keramik

Asaki.or.id – Jkt, Manufaktur Senin, 20/06/2005 Pemerintah didesak laksanakan pemetaan industri keramik JAKARTA (Bisnis): Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) mendesak pemerintah untuk mengimplementasikan road map (pemetaan) industri keramik guna meningkatkan daya saing industri menghadapi perdagangan bebas Asean dan kesepakatan perdagangan dengan China. Sekjen Asaki Zulfikar Lukman mengatakan asosiasi yang ikut bergabung dalam Kamar Dagang Indonesia (Kadin) telah memberikan masukan langkah dan kebijakan yang harus dilakukan guna mendukung kinerja industri. “Selain memberikan masukan, asosiasi juga sudah beberapa kali membicarakan hal itu kepada Departemen Perindustrian, untuk kemudian ditindaklanjuti,” ujarnya kepada Bisnis kemarin. Dia mengatakan beberapa usulan yang diajukan oleh industri adalah perihal kesiapan infrastruktur pendukung seperti sarana transportasi kepelabuhan, ketersediaan sumber energi dan bahan bakar yang dibutuhkan, permasalahan perpajakan, perburuhan dan yang lainnya. Di dalam draf kebijakan pengembangan industri nasional periode 2005-2009 disebutkan bahwa industri keramik merupakan salah satu sektor yang akan dikembangkan. Dalam rancangan itu disebutkan target Depperin selama lima tahun ke depan adalah meningkatkan tingkat utilisasi industri sebesar 80% yang saat ini hanya berkisar 60%. Untuk itu akan dilakukan beberapa tahapan aksi yaitu melakukan penyesuaian tarif bea masuk yang sudah terlaksana yaitu 30%, koordinasi dengan perusahaan gas negara dalam pengadaan bahan bakar gas, penerapan SNI wajib untuk ubin, saniter, dan alat rumah tangga. Berdasarkan data Asaki kebutuhan keramik pada 2005 diperkirakan mencapai 5,22 juta m2 atau tumbuh 16% dibandingkan tahun lalu. Namun kinerja industri nasional hanya mampu tumbuh 7%, sisanya diisi oleh barang substitusi 4% dan impor 5%. Ekspor stabil Khusus untuk ekspor, keramik nasional dari tahun ke tahun secara umum stabil. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan kinerja karena pasar di dalam negeri tidak mampu menyerap. Pada 2000 sebanyak US$ 160 juta, tahun berikutnya turun tipis dan mencapai US$ 155 juta, pada 2002 meraih US$159 juta, hingga pada 2003 naik US$188 juta, dan begitu juga 2004 yaitu US$211 juta. Menurut Zulfikar, untuk meningkatkan kinerja industri agar mampu bertahan menghadapi persaingan dengan produk impor, maka pemerintah harus ikut mendorongnya. “Konsolidasi di lembaga pemerintah, khususnya yang menyangkut kebijakan sudah seharusnya ditingkatkan. Ego sektoral sudah sepatutnya dihilangkan,” paparnya. Dia mencontohkan permasalahan gas, dimana tidak adanya jaminan dari pihak departemen energi sumber daya mineral mengenai ketersediaannya, sementara hal itu sangat dibutuhkan bagi banyak industri tidak hanya keramik. Zulfikar menerangkan saat ini saja ketika pasar bebas belum diterapkan, produk im-por khususnya dari China sudah membanjiri pasar dalam negeri. Harus diakui produk lokal memang tidak mampu bersaing dengan keramik dari Negeri Tirai Bambu tersebut. Ketidakmampuan industri lokal disebabkan karena berbagai hal, kata dia, di antaranya adalah iklim usaha China yang sudah tertata sangat baik yang didorong oleh berbagai kebijakan pemerintah yang pro-terhadap industri. “Bukannya ingin membela diri, negeri Adikuasa seperti Amerika Serikat saja melakukan berbagai proteksi untuk melindungi industrinya, itu menunjukkan bahwa hasil produksi dari industri China memang sudah terkenal murah,” tuturnya. Zulfikar menerangkan rendahnya biaya produksi serta kesiapan infrastruktur Negeri Tirai Bambu itu menyebabkan mereka mampu menguasai pasar dunia. Kalau beberapa waktu lalu produk manufakturnya hanya menguasai belasan persen pasar dunia, sekarang sudah mencapai 30%. Sebelumnya, 57 perusahaan keramik di Jawa Barat dipastikan berhenti beroperasi selama 14 hari akibat penghentian pasokan gas dari PGN antara 23 Juni – 5 Juli 2005. Kerugian yang akan ditanggung industri ini mencapai Rp500 juta akibat berkurangnya kapasitas perdagangan di dalam negeri.

Berita Manajemen

20 Jun 2005

Memotong Jalur Birokrasi

Asaki.or.id – Jakarta, Saat ini, masyarakat yang ingin langsung mengutarakan maksud atau masukan kepada Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan juga para menteri dapat langsung mengirimkan Short Messaging Services ( SMS ) ke nomor berikut ini :

 

SMS ke Presiden RI : 9949

SMS ke Wakil Presiden juga Menteri : 3928

Berita Informasi Teknologi

20 Jun 2005

Launching Nokia 8800 Sambut Jakarta Great Sale, di Plaza Senayan

Asaki.or.id – Jakarta, What’s New Discover the new Nokia 8800 phone. Created for your ultimate pleasure, its graceful looks and seamless functions will leave a lasting impression. Every aspect has been meticulously considered and precisely engineered; from the laser-cut curves of its steel-clad body to the state-of-the-art slide mechanism and fine-pitched screen with reinforced glass – this phone is a masterpiece. Let the exquisitely composed ringing tones evoke your innermost emotions. See How It Works Explore the features of the Nokia 8800 phone with interactive demonstrations >> ** (Opens in a new window, requires Macromedia Flash Player.) Quick Links Operating Frequency Imaging Messaging Connectivity Browsing Media Consumption Java™ Applications Power Management Key Features Durable stainless steel covers Fine-pitched screen protected by scratch-resistant glass window Integrated SVGA camera Active TFT display with 262,144 colors ( 208 x 208 pixels ) 3D image engine for enhanced graphics Video recording and streaming Digital music player Device-to-device synchronization Full Specifications Operating Frequency Tri-band operation GSM coverage on up to five continents (GSM 900/1800/1900 networks) Automatic switching between bands Size Weight: 134 g Dimensions: 107 x 45 x 15.0-16.5 mm, 67 cc Display and User Interface High-resolution TFT display with 262,144 colors, 208 x 208 pixel resolution Exclusive user interface, themes and styles Imaging Integrated SVGA camera (0.5 megapixels) Video player Improved video recording quality (QCIF) 3D image engine for enhanced graphics Back to top Messaging Send and receive messages containing text, an audio clip, and an image or video clip to other compatible devices (maximum message size: up to 300 kB) Email: supports SMTP, POP3 and IMAP4 protocols Predictive text input: support for all major languages for Europe, Africa, Asia Pacific, and the Americas Instant Messaging and Presence-enhanced contacts: check the status of your friends before you call them Memory Functions 64MB internal NAND flash memory Connectivity Bluetooth™ wireless technology stereo, Plug & Play Bluetooth™ SIM Access Profile Device-to-device synchronization Voice Features Integrated handsfree speaker Browsing Integrated XHTML browser connects over TCP/IP Full OMA Digital Rights Management for content protection Mobile Wallet 2.0 application Data Transfer EDGE/ E-GPRS, class 8 GPRS class 8 TCP/IP Back to top Media Consumption Polyphonic (MIDI) tones with up to 64 voices; plus support for AAC and, MP3 ringing tones Video recording and streaming Digital music player FM radio Java™ Applications Java MIDP 2.0 Over-the-air download of Java-based applications and games Services Exclusive 3D graphics and UI themes Ringing tones composed by award winning composer Ryuichi Sakamoto Video streaming services Sales Package Contents Nokia 8800 phone Nokia Headset HS-15 Nokia Desk Stand DT-8 Nokia Suede Carrying Pouch CP-35 Nokia Battery BL-5X (2) Nokia Travel Charger ACP-12 User guide CD-ROM Nokia 8800 story booklet Power Management Battery Talk time Standby time * Battery BL-5X (600 mAh) Up to 1.5-3 hours Up to 8 days

Sumber:  ASAKI
Berita Properti

01 Jun 2005

Iuran Anggota ASAKI 2005

Asaki.or.id – Menara Kadin,

Ref             : 004 / ASAKI – JMC / III / 2005                         Jakarta, 31 Maret 2005

 

Kepada Yth.

Para Anggota

 

Di Tempat

Perihal      : Iuran Anggota ASAKI


Dengan Hormat,

Sehubungan dengan kesepakatan yang dihasilkan dalam Rapat Pengurus ASAKI pada tanggal 21 Maret 2005, maka bersama ini kami memberitahukan kepada seluruh anggota ASAKI bahwa Iuran Keanggotaan ASAKI yang wajib dibayarkan setiap tahun, efektif mulai tahun 2005 ini naik menjadi Rp. 5.000.000,- per tahun. 

Kenaikan iuran keanggotaan ini dikarenakan kantor  ASAKI di Menara Kadin Indonesia membutuhkan operational cost yang cukup tinggi untuk tetap aktif menjadi wadah bagi para anggotanya dengan berbagai macam kegiatan yang kami yakin dapat bermanfaat bagi para anggotanya

Kami mohon agar seluruh anggota ASAKI dapat memenuhi salah satu kewajiban pentingnya dengan melunasi iuran anggota demi suksesnya kegiatan – kegiatan ASAKI.

Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terimakasih.


Hormat Kami, 


Jusmery Chandra                                                                  

Bendahara

 

Ket.

Mohon menghubungi Sekretariat ASAKI di 021-5274667 untuk pembayaran iuran tersebut.                                                                              

ASAKI mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan komitmen para anggota tersebut di bawah ini yang telah menyetorkan iuran anggota sebagai kepedulian kepada ASAKI untuk tetap selalu eksis menjadi wadah bagi industri keramik Indonesia, antara lain :

1. PT. Lucky Indah Keramik ( Jakarta )

2. PT. Angsa Daya ( IKAD ) ( Jakarta )

3. Colorobbia Indonesia ( Bekasi )

4. PT. Keramika Intirona Persada ( Jakarta )

5. PT. American Standard Indonesia ( Jakarta )

6. PT. Indoporlen ( Jakarta )

7. PT. Sango Ceramic Industry ( Semarang )

8. PT. Inax International ( Semarang )

9. PT. Arwana Citra Mulia, Tbk

10. PT. Saranagriya Lestari Keramik

11. PT. Sibelco Lautan Minerals

12. PT. Ferromas Dinamika

13. PT. Cahaya Putra Asa Keramik

14. PT. Sumbertaman Keramika Industry

Mohon perhatian kepada anggota -anggota yang masih belum melunasi iuran anggotanya.