Berita Manajemen

12 Aug 2005

Industri Keramik Jadi Prioritas

Asaki.or.id – Surabaya, 12 Agustus, Pengalihan Pasokan Gas Dari PLN JAKARTA – Pemerintah akan memprioritaskan kebutuhan gas untuk industri keramik dan kaca menyusul dengan bertambahnya pasokan gas PGN yang sebesar 10 juta kaki kubik (million metric standart cubic feet per day, MMSCFD). Hal ini ditandai dengan desakan pemerintah agar PLN memberikan gas pembangkitnya pada PGN untuk kebutuhan industri. “Kami memang akan memprioritaskan penggunaan industri keramik dan kaca yang tidak dapat diganti bahan bakarnya. Pasokan gas tersebut diperkirakan akan sedikit memberikan nafas bagi industri keramik,” ujar Andung A. Nitimihardja di Jakarta kemarin. Menurut Andung, langkah tersebut dilakukan untuk menyelamatkan industri keramik. “Ini dilakukan untuk sementara. Diharapkan setelah pasokan gas kembali normal, maka industri-industri lainnya juga bisa memperoleh pasokan gas tersebut,” jelasnya. Lebih lanjut dikemukakan, industri secara bertahap akan didorong untuk melakukan konversi bahan bakar minyak (BBM) menjadi gas. “Hal ini terkait dnegan terus naiknya harga minyak dunia yang saat ini sudah mencapai kisaran USD 64 per barel,” sebutnya. Sedangkan Direktur Utama PT PGN, WMP Simanjuntak mengemukakan bahwa pengalihan 10 juta kaki kubik gas per hari untuk pembangkit PLN akan digunakan untuk mengatasi kekurangan pasokan gas bagi industri di Pulau Jawa selama setahun. “Selain dari PLN, gas untuk industri juga akan didapat dari lapangan-lapangan kecil yang secara akumulatif cukup untuk kebutuhan industri di Pulau Jawa. Sebelum akhir tahun kita juga akan mendapat tambahan gas dari Lapindo dan Rancak di Jawa Timur masing-masing 10 juta kaki kubik,” ujar Simanjutak. Simanjuntuak menambahkan, rencana masuknya gas dari Santos sebesar 100 juta kaki kubik pada 2006 akan dapat mengatasi masalah kekurangan pasokan gas di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. (iw)

Comments are closed.