12 Aug 2005
MENPERIN MINTA PENGERTIAN KALANGAN INDUSTRI SOAL KENAIKAN HARGA BBM
Asaki.or.id – Jakarta, Jakarta, 12/8 (ANTARA) – Menperin Andung A Nitimihardja meminta pengertian kalangan industri mengenai rencana pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bagi industri seiring dengan meningkatnya harga minyak mentah dunia yang menembus level lebih dari 65 dolar AS per barel.
“Ini keadaan yang dilematis bagi pemerintah,” kata Andung, di Jakarta, Jumat, menanggapi pertanyaan mengenai dampak kenaikan harga BBM bagi industri akibat kenaikan harga minyak dunia yang akan semakin membebani industri di dalam negeri.
Dijelaskannya, pemerintah menghadapi dua pilihan dengan membumbungnya harga minyak mentah dunia.
Pertama tetap meneruskan subsidi dengan konsekuensi anggaran pemerintah untuk sektor lain yang lebih penting seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, semakin menyusut atau tidak ada sama sekali. Pilihan kedua, adalah menaikkan harga BBM di dalam negeri.
“Tapi apapun pilihannya tidak boleh mengorbankan sektor-sektor lain tersebut (pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.”
Andung mengaku bisa memahami dampak kenaikan harga BBM yang semakin membebani biaya produksi kalangan industri. Namun pemerintah nampaknya tetap harus menaikkan harga BBM, karena kenaikan harga minyak dunia di luar kendali pemerintah.
“Ini beban yang berat, mari kita tanggung bersama-sama. Mudah-mudahan ke depan kalau harga minyak dunia turun, harga BBM kita turunkan juga,” ujarnya.
Untuk mengurangi beban kalangan industri, Andung juga menegaskan pemerintah, bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri, menekankan komitmennya untuk menekan pungutan liar (pungli) dan pemberantas penyelundupan.
“Saya juga minta kepada rekan-rekan aparat pemerintah agar tidak melakukan pungli dan pihak swasta juga jangan melakukan hal itu,” katanya.
Andung mengatakan pemerintah akan meningkatkan sanksi kepada mereka yang melakukan pungli dan juga penyelundupan agar kalangan industri bisa bersaing di dalam negeri meskipun harga BBM naik

