Berita Properti

26 Sep 2005

Investasi Jalan Tol Ruas Cinere-Jagorawi Dimulai

Asaki.or.id – Jkt, Bosowa Marga Nusantara sebagai pemenang investasi tol Makassar Seksi IV. Tarif awal yang ditawarkan investor tersebut hanya Rp 432 per kilometer atau lebih murah Rp 87 dari pesaingnya, Zecon Majulia Istaka Capital. Pemenang tender investasi tol diutamakan investor yang menawarkan tarif awal terendah sebab akan lebih menguntungkan masyarakat. Bahkan, sebelum diputuskan, kami sudah meminta klarifikasi tentang pengkajian tarif yang murah sehingga tak menimbulkan persoalan di kemudian hari, kata Menteri PU di Jakarta, Kamis (22/9). Sementara itu, ruas Depok-Antasari (18,2 kilometer) dan Cikarang-Tanjung Priok (53 kilometer) belum diputuskan pemenangnya. Karena Departemen Pekerjaan Umum (DPU) masih bernegosiasi dengan calon investor yang lolos seleksi tentang tarif awal. Untuk ruas Depok-Antasari, calon pemenangnya adalah Citra Wasphutowa. Konsorsium tersebut menawarkan tarif awal Rp 520 per kilometer. Tarif itu dinilai masih terlalu tinggi sebab hasil pengkajian DPU hanya sekitar Rp 500 per kilometer. Calon pemenang tol ruas Cikarang-Tanjung Priok adalah MTD Capital Nusa Cipta. Akan tetapi, tarif awal yang ditawarkan cukup tinggi, yakni Rp 780 per kilometer. Padahal, idealnya Rp 500 per kilometer. Dalam negosiasi, DPU dan calon investor mengajukan argumentasi tentang penentuan tarif awal di kedua ruas. Dari sana akan diketahui, pengkajian mana yang benar. â€?Apabila kajian kami yang benar, calon investor harus mengikutinya. Jika ditolak, langsung digugurkan dan segera dibuka tender ulang lagi. Sebaliknya, kalau kajian mereka yang benar, kami pun siap mengikutinya. Namun, sejauh ini rasanya kajian kami tidak keliru,â€? ujar Direktur Sistem Jaringan Prasarana DPU Nurdin Manurung yang menyebutkan negosiasi berlangsung hingga dua pekan mendatang. Benahi regulasi Menteri PU mengatakan, pada pertengahan Oktober 2005 akan dilakukan lagi tender investasi 16 ruas jalan tol sejauh 762,3 kilometer. Dua ruas di antaranya, yakni Medan-Binjai dan Cileunyi-Sumedang-Dawuan, ditender ulang. Sebab, pada tender tahap I tidak diminati investor. Dari 16 ruas tersebut, tiga ruas tersebar di Pulau Sumatera, selebihnya berada di Pulau Jawa. Tentang regulasi yang menghambat investasi, Kirmanto menegaskan sudah mendata semua kebijakan jalan tol yang tak memihak investasi untuk disempurnakan. Penyempurnaan tersebut tidak hanya menyangkut keputusan presiden, tetapi juga peraturan pemerintah. Penyempurnaan regulasi tersebut untuk membuat iklim investasi jalan tol lebih kondusif. Peminatnya pun bukan hanya investor lokal, tetapi juga investor asing, ujar Djoko Kirmanto yang juga mengatakan, pihaknya pun sedang mendata dampak kenaikan harga BBM terhadap semua jenis kegiatan konstruksi. (JAN)

Comments are closed.