Berita Internasional

05 Oct 2005

TEROR MENGANCAM FILIPINA SETELAH BOM BALI KEDUA

Asaki.or.id – Manila, Manila - Ada bahaya serangan teroris di Filipina yang tidak dapat dipungkiri setelah ledakan bom bunuh diri akhir pekan ini yang menewaskan sedikitnya 19 orang di Bali, Indonesia, kata Menteri Dalam Negeri Filipina Angelo Reyes, hari Selasa.

Reyes mengatakan terorisme lintas batas telah muncul saat keamanan Filipina diganggu oleh pemberontakan komunis yang telah berlangsung selama 30 tahun.

“Ancaman nomor satu terhadap republik ini adalah terorisme,” kata Reyes. Bahanyanya jelas dan ada. Kami telah melihatnya berkali-kali di Filipina.”

Ia mengatakan satuan intelijen pemerintah kini bekerja untuk memerinci laporan bahwa otak pengeboman Bali Sabtu lalu kemungkinan telah memberikan latihan di Filipina selatan, tempat kelompok Muslim melancarkan perlawanan selama beberapa dekade.

Jemaaah Islamiyah (JI) juga dituduh berada di belakang pengeboman Bali Oktober 2002 yang menewaskan 202 wisatawan.

“Kami mendapat laporan bahwa (teroris) kemungkinan berada di sini (Filipina) sehingga bahaya serangan teroris memang ada dan tidak dapat dipungkiri lagi,” ujar Reyes.

Beberapa pejabat intelijen sebelumnya mengatakan bahwa 10 anggota JI Indonesia berada di Filipina dan dapat melancarkan serangan bom bunuh diri. Reyes mengatakan laporan tersebut masih perlu teliti kembali.

Ia mengatakan polisi dan militer diinstruksikan melakukan langkah preemptive,” seperti peningkatan patroli dan pemeriksaan di jalan-jalan, AFP melaporkan

Berita Manajemen

04 Oct 2005

Pertamina Naikkan BBM Industri

Asaki.or.id – Jakarta, Pertamina akan kembali menaikkan harga BBm untuk industri pada Oktober 2005. Kenaikan BBM industri ini mengikuti kenaikan harga minyak Mid Oil Platts Singapore ( MPOS )

Menurut konfirmasi yang diperoleh per tanggal 4 Oktober 2005, harga beberapa  jenis BBM untuk industri adalah Premium Rp. 6.000/liter, minyak tanah Rp. 6.200/ liter, solar Rp. 5.700/liter, minyak diesel Rp. 5.500/liter, minyak bakar Rp. 3.500/liter

Dengan harga tersebut berrarti semuanya mengalami kenaikan dibandingkan harga BBm industri selama September yang tercatat solar Rp. 5.350/liter, minyak diesel Rp. 5.130/liter, minyak tanah Rp. 5.600/liter, premium Rp. 5.160/liter.

Menurut Kepala Divisi BBM Pertamina, Ahmad Faisal, kenaikan harga tersebut berdasarkan MOPS plus 15%. Kenaikan harga dilakukan Pertamina karena terhadi kenaikan harga minyak dan produk minyak di pasar internasional.

Berita Manajemen

04 Oct 2005

DEPPERIN Minta PGN Batalkan Harga Toll Fee

Asaki.or.id – Jakarta, Untuk membantu industri keramik nasional, Departemen Perindustrian meminta PT. Perusahaan Gas Negara, Persero untuk membatalkan kenaikan harga Toll Fee atau biaya pengangkutan gas. Permintaan ini terkait dengan rencana PGN yang akan menaikkan harga gas dalam 2 tahap mulai pada 15 Oktober 2005 dan 1 Januari 2006. Rencananya DEPPERIN akan melakukan rapat dengan PGN pekan ini juga. ” PGN belum memberikan surat resmi kenaikan harga gas dan toll FEE. Kita tahu dari Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia ( ASAKI ) yang keberatan dengan kenaikan toll fee. Untuk itu kami akan undang PGN beserta Menteri Negara BUMN agar membatalkan kenaikan Toll Fee.,” ujar DIRJEN IKAH, Tony Tanduk di kantornya pada hari Senin, 3 Oktober 2005. Kenaikan toll fee terlalu tinggi mencapai 100%. Dalam hal ini, Tony berujar akan meminta PGN memperhatikan 3 hal, yakni pertama, pasokan gas terjamin, kedua, kualitas tekanan gas stabil, dan ketiga, toll fee tidak perlu dinaikkan. Menurut beliau, apabila industri keramik yang salah selalu saja dikenakan penalti, tetapi bila PGN tekanannya turun tidak dikenai penalti. Harga kontrak gas saat ini US$ 2.9 per mmbtu, dan toll fee sebesar Rp. 295 per meter kubik sehingga produsen keramik harus membayar US$ 3.7 per mmbtu dengan asumsi 1 mmbtu sebanding dengan 26.52 meter kubik.