17 Nov 2005
ASAKI akan naikkan Harga Jual
Asaki.or.id – Jakarta, Asaki Akan Menaikkan Harga Jual JAkarta, Kompas – Asaki berencana untuk kembali menaikkan harga jual produksi sebesar 10-15 persen tahun depan, sekalipun pada awal Oktober 2005 harga jual sudah dinaikkan pada kisaran sama, 10-15 persen. Sekretaris Jenderal Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Zulfikar Lukman, Selasa (15/11) di Jakarta, menjelaskan, rencana tersebut harus dilakukan mengingat akibat kenaikan harga gas 15 persen per 15 Oktober 2005, ditambah dengan faktor kenaikan harga BBM serta melemahnya nilai rupiah, biaya produksi industri keramik lantai dan dinding membengkak sebesar 30 persen. Belum lagi ditambah faktor rencana kenaikan upah regional minimum awal tahun 2006, inflasi yang akan terjadi saat itu, serta tingkat suku bunga perbankan yang belum menentu, membuat kenaikan harga yang sudah terjadi tetap tidak bisa menutup biaya produksi yang membengkak tersebut, katanya. Selain itu, faktor meningkatnya biaya transportasi juga berpengaruh pada rencana kenaikan harga itu. Sehingga paling tidak, katanya, harga jual produksi harus sama dengan biaya produksi supaya seimbang. Ketua Umum Asaki Achmad Widjaya menegaskan, sekalipun rencana kenaikan harga sudah dipertimbangkan, Asaki tetap mempertanyakan kemampuan daya beli masyarakat. Pasalnya, dari konsumen, berupa proyek-proyek konstruksi dalam negeri yang selama ini diharapkan, ternyata keramik produksi nasional justru terserap oleh pasar ritel (rumah tangga) yang daya belinya kini semakin melemah. Zulfikar menambahkan, sebetulnya, kapasitas produksi sudah naik 5 persen pada awal tahun 2005 dari posisi tahun 2004 sebesar 4 juta meter persegi per hari. Ini karena optimisme kami adanya permintaan, katanya. Namun, melemahnya daya beli masyarakat telah membuat tingkat produksi industri keramik nasional turun. Akibatnya, sampai akhir tahun ini Asaki tetap yakin pasar keramik dalam negeri belum bagus. Kapasitas produksi keramik pun tetap. Sementara untuk menembus pasar ekspor, pengusaha keramik nasional harus bisa bersaing dengan produsen lain terutama dari China. Asaki belum bisa memproyeksi kapasitas produksi keramik 2006 akibat proyeksi ekonomi yang belum jelas. (HLN)

