13 Dec 2005
PLN diminta mengalah oleh DEPPERIN
Asaki.or.id – Jakarta, Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) diminta mengalah dan tidak menyamaratakan pelaksanaan Program Dayamax untuk seluruh industri, karena ada sejumlah industri yang tidak bisa mengalihkan waktu beban puncaknya. Dalam hal ini, industri kimia yang harus beroperasi 24 jam, karena jika berhenti satu jam saja akan menderita kerugian yang sangat besar, begitu pula industri tekstil dan keramik. ” Pertanyaannya apakah ingin mengembangkan industri atau tidak ? Mau tingkatkan ekspor hasil industri atau tidak ? Mau menyerap tenaga kerja dari sektor industri atau tidak. Kalau semua jawabannya “YA” maka yang lain harus MENGALAH ! kata menteri perindustrian, Fahmi Idris. ” Dan saya minta agar PLN bisa menyesuaikan. Hitung kembali, jadi tidak perlu dipukul rata semua industri ” Menurut Fahmi, Deperin sudah menyiapkan usulan agar industri yang tidak bisa mengikuti Program Dayamax Tidak dikenai pinalti pada waktu beban puncak. Program Dayamax adalah kebijakan PLN untuk meberi insentif pada perusahaan yang menurunkan pemakaian listriknya saat bebena puncak antara pukul 17.00 – 22.00. Namun, PLN akan memberikan denda jika perusahaan – perusahaan itu memakai listrik diatas 50% dari kebutuhan rata – rata saat beban puncak.

