25 Jan 2006
Selamat Bergabung
Asaki.or.id – Jakarta, Selamat Bergabung Anggota Baru ASAKI…
PT. Kobin Keramik Industry
Asaki.or.id – Jakarta, Selamat Bergabung Anggota Baru ASAKI…
PT. Kobin Keramik Industry
Asaki.or.id – Jakarta, Singapura, 3/1 (ANTARA/Kyodo) – Ekonomi Singapura tumbuh 5,7 persen tahun 2005 dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan sektor manufaktur, kata pemerintah Jepang, Selasa.
Pertumbuhan itu lebih rendah ketimbang target pertumbuhan 8,4 persen yang dibuat pemerintah pada 2004 tetapi sedikit lebih tinggi dari proyeksi pemerintah sekitar 5 persen untuk ekonomi tahun lalu.
“Untuk tahun 2005 secara keseluruhan, ekonomi diperkirakan ekspansi 5,7 persen,” kata Kementerian Perdagangan dan Industri.
Pemerintah memperkirakan, pertumbuhan antara 3-5 persen untuk tahun 2006 dan dalam pesan malam Tahun Baru, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyatakan keyakinannya target itu bisa tercapai.
“Melihat ke depan, prospek ekonomi kami tetap positif. Ekonomi Singapura akan tumbuh 3-5 persen tahun 2006,” kata Lee.
Pertumbuhan pada tahun lalu terutama didorong oleh kuatnya kinerja dalam industri manufaktur dan jasa, karena kemajuan yang dicapai ekonomi Asia terutama China dan India, katanya.
Menggarisbawahi kesehatan ekonomi Singapura, Lee juga mengungkapkan bahwa 9 juta wisatawan mancanegara mengunjungi negara pulau tersebut pada tahun lalu, sementara sekitar 4,8 miliar dolar investasi aset tetap juga ditanam di Singapura, kata Lee.
Pernyataan kementerian menyatakan, ekonomi ditargetkan tumbuh 7,7 persen dalam triwulan keempat tahun lalu dibandingkan tahun 2004 dan 9,7 persen dibandingkan triwulan ketiga tahun sebelumnya.
Sektor manufaktur ditopang oleh ekspansi yang kuat dalam bidang biomedis, transportasi dan industri elektronik.
Kementerian perdagangan dan industri diharapkan mengeluarkan lebih banyak laporan rinci dan terbaru mengenai ekonomi Jepang, bulan depan.
Asaki.or.id – Jakarta, Jakarta, 2/1 (ANTARA) – Pemerintah mulai Senin, 2 Januari 2006 kembali menyalurkan Subsidi Langsung Tunai (SLT) tahap II sebagai kompensasi dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberlakukan sejak 1 Oktober 2005.
SLT tahap II ini baru diberlakukan di beberapa daerah seperti Jakarta, Bandung dan kota-kota besar lainya, demikian sumber Bappenas di Jakarta, Senin.
Sedangkan untuk wilayah Nias dan provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang menjadi kawasan korban bencana alam gempa dan tsunami pada akhir 2004, hingga kini belum melaksanakan penyerahan SLT tahap I dan rencananya akan dirapel (diberikan bersamaan) dengan SLT tahap II.
Pemerintah juga menyatakan penyaluran dana PKPS BBM melalui SLT tetap akan dilakukan dengan mekanisme yang sama dengan yang telah dilakukan sebelumnya.
Dalam pemberian SLT tahap II, Pemerintah menganggarkan dana Rp5 triliun. Sebelumnya, pada APBN 2006 pemerintah menganggarkan dana untuk SLT sebesar Rp17 triliun, dengan perincian Rp15 triliun digunakan untuk melanjutkan SLT selama 9 bulan 2006 dan Rp2 triliun untuk pembuatan proyek percontohan.
Dikutip dari www.kompensasibbm.com, hingga medio Desember 2005 Pemerintah telah menyalurkan dana Rp4.061.987.100.000 untuk SLT yang disalurkan bagi 13.539.937 rumah tangga miskin dari sekitar 15,5 juta rumah tangga miskin yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) berhak menerima dana tersebut.