Berita Daerah

29 Nov 2006

Petrogres minta swap gas dari PLN dan PGN

Asaki.or.id – Jakarta, JAKARTA: PT Petrokimia Gresik (Petrogres) berharap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bersedia mengalihkan (swap) sebagian alo-kasi gas ke BUMN pupuk tersebut menyusul penundaan pemasangan pipa dijalur yang lama, pascaledakan pipa gas Pertamina di Sidoarjo. “Kami mengharapkan ada fleksibilitas dari teman-teman yang lain [PLN dan PGN] untuk bisa merelakan sebagian alokasi gas yang dimiliki untuk dialihkan kepada kami [pabrik Petrogres],” ujar Direktur Uta-ma PT Petrogres, Arifin Tasrif, di Jakarta, kemarin. Dia mengatakan pengalihan gas dari PLN dan PGN merupakan solusi terbaik dan bersifat sementara untuk mengatasi kemungkinan ancaman terhentinya pasokan gas untuk Petrogres selama 10 bulan. Ancaman terhentinya pa-sokan gas ke Petrogres itu muncul setelah Tim Nasional Penanggulangan Luapan Lumpur Panas di Sidoarjo tidak merekomendasikan pembangunan pipa baru di atas jalur lama yang meledak. Arifin mengatakan jika harus menunggu pembangunan pipa baru yang permanen, maka Petrogres harus menunggu selama sekitar 10 bulan dan itu berarti BUMN pupuk tersebut akan mengalami kerugian yang sangat besar yang harus ditanggung sendiri. “Kondisi itu jelas sangat memberatkan. Kami perkirakan nilai kerugian dari penjualan saja bisa mencapai sekitar Rp2,5 triliun akibat produksi amoniak, pupuk urea, sebagian ZA dan NPK terhenti. Selain itu jug ada loss profit sekitar Rp78 miliar per bulan,” katanya. Saat ini, kata dia, untuk bisa mengoperasikan sebagian pabrik ZA, dan SP36 dengan kapasitas sekitar 1 juta ton per tahun serta pembangkit listrik, pihaknya terpaksa mengganti bahan bakar gas dengan bahan bakar minyak yang harganya lebih mahal. “Setiap hari pengeluaran untuk BBM bisa mencapai sekitar Rp500 juta,” ujar Arifin. Kerugian lainnya yang akan dialami Petrogres bila tidak beroperasi selama 10 bulan, adalah terjadinya kerusakan mesin produksi. Hal ini membutuhkan waktu lama untuk mengoperasikan mesin pabrik kembali normal. Selain itu, kepercayaan perbankan terhadap Pe-trogres juga akan merosot.