21 Dec 2006
Industri Merana
Asaki.or.id – Jakarta, Tak ada yang kurang dari negeri ini, batang singkong dilempar pun tumbuh. Namun, mengapa industri di negeri ini merana kekurangan bahan baku? Ibarat tikus mati di lumbung padi. Tanah liat, pasir kuarsa, silika, feldspar dan bahan pelapis untuk industri keramik sebenarnya tersedia melimpah di negeri ini. Namun, infrastruktur dan pengolahan bahan baku itu menjadi siap pakai untuk industri ini tidak berkembang di Indonesia. Industri keramik yang antara lain memproduksi aneka keramik lantai dan dinding, sanitari dan peralatan rumah tangga pernah tumbuh di atas 20% per tahun sebelum krisis ekonomi melanda. Namun, dalam lima tahun terakhir pertumbuhannya kurang dari 8%. Industri ini makin melemah ketika pasokan gas yang tak tergantikan untuk tungku pembakarannya kian tidak stabil sejak tahun 2005. Sepanjang tahun lalu, titik terang kemelut pasokan gas belum juga tampak. Pelaku industri keramik menuturkan, ketika mengupayakan tambahan kredit pun yang dipersoalkan oleh Bank bukan hasil industri dan prospek pasar, melainkan kelancaran pasokan gas.

