Berita Manajemen

24 Jan 2007

Peraturan Menteri Perdagangan RI

Asaki.or.id – Jakarta, Departemen Perdagangan (Depdag) mewajibkan impor keramik diverifikasi di negara asal muat barang. Ketentuan yang berlaku sejak 22 Januari 2007 itu dikeluarkan menyusul masih banyaknya penyimpangan administratif dalam importasi keramik. “Peraturan ini diterbitkan dalam rangka meningkatkan daya saing indsutri keramik nasional dan menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi mereka,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pengestu di Jakarta, Selasa (23/1). Kewajiban verifikasi dalam importasi keramik tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 06/M-Dag/Per/1/2007 tentang Verifikasi Impor Keramik yang ditetapkan pada 22 Januari 2007. Berdasarkan ketentuan itu, verifikasi atau penelusuran teknis impor keramik dilaksanakan surveyor yang mendapat otorisasi dan ditunjuk mendag. Verifikasi tersebut meliputi uraian dan spesifikasi barang yang mencakup nomor pos tarif (harmonized system/HS), jumlah atau volume dan berat bersih, keterangan negara asal barang, serta waktu pengapalan. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Depdag Diah Maulida menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir industri keramik di Tanah Air mengeluh akibat munculnya persaingan tidak sehat dengan produk impor. Atas dasar itu, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan. Pada Januari 2005, kata dia, pemerintah menaikkan tarif impor keramik dari 5% menjadi 20-30%. Bahkan, pada Januari 2006 pemerintah memberlakukan tindakan pengamanan perdagangan (safeguard ) terdahap produk pecah-belah (tableware) selama tiga tahun. Pada tahun pertama, impor keramik dikenai bea masuk (BM) sebesar Rp 1.600 per kg, tahun kedua Rp 1.400, dan tahun ketiga Rp 200 per kg. “Dengan diterapkannya dua instrumen tersebut, pemerintah berharap industri keramik nasional menjadi lebih kompetitif. Namun hal tersebut dirasakan belum cukup, sehingga asosiasi meminta penerapan instrumen ketiga, yakni verifikasi,” paparnya. Menurut Diah, sejak BM dinaikkan dan safeguard diberlakukan, nilai ekspor keramik Indonesia meningkat cukup signifikan. Pada 2005, eskpor keramik Indonesia sebesar US$ 46,9 juta dan pada 2006 (sampai September) naik menjadi US$ 73,5 juta. Sedangkan nilai impor keramik turun cukup tajam dari US$ 66,4 juta menjadi US$ 45,7 juta. “Itu merupakan salah satu indikasi industri keramik di dalam negeri menggeliat,” tuturnya. Minta Standardisasi Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Ahmad Widjaya yang dihubungi Investor Daily, menyambut baik kebijakan tersebut. “Kami mengharapkan ketiga instrumen ini mampu mendorong kebangkitan industri keramik nasional,” ujarnya. Ahmad yakin kewajiban verifikasi dokumen impor mampu menekan praktik penyelundupan administratif. “Kalau diverifikasi di negara asal barang, kecil kemungkinan dokkumen impor keramik dimanipulasi,” paparnya. Dia mengakui, kenaikan BM dan pengenaan safeguard keramik belum optimal meningkatkan daya saing industri lokal terhadap produk impor. “Dua instrumen sebelumnya belum cukup, sehingga perlu ditambah satu instrumen lagi, yaitu verifikasi,” ucapnya. Jika ketiga instrumen itu belum mampu meningkatkan daya saing keramik dalam negeri, menurut Ahmad Widjaya, pihaknya akan meminta pemerintah memberlakukan instrumen lain, yaitu standardisasi produk. “Kami akan melihat apakah ketiga instumen ini efektif atau tidak. Jika tidak, kami akan meminta standardisasi,” ujarnya. Dia mengakui, industri keramik dalam negeri diuntungkan oleh kenaikan tarif BM dan pemberlakuan safeguard. “Produksi keramik domestik meningkat sekitar 50%, “ tuturnya. (c95)

Berita Manajemen

22 Jan 2007

Inflasi Januari Diprediksi Turun

Asaki.or.id – JAKARTA, JAKARTA (SINDO) – Bank Indonesia (BI) memperkirakan tingkat inflasi pada Januari 2007 lebih rendah dibandingkan Desember 2006. Kondisi tersebut memperbesar peluang bagi BI untuk kembali menurunkan suku bunga acuan BI Rate. Deputi Gubernur BI Aslim Tadjuddin mengatakan, langkah pemerintah mengendalikan harga beras berpengaruh terhadap penurunan tingkat inflasi Januari 2007. ”Pemerintah sudah mengatasinya (harga beras) dengan baik. Jika inflasi Januari di bawah 1%, inflasi year on year akan lebih rendah. Ini memberi peluang penurunan kembali BI Rate,” ujar dia di Jakarta,kemarin. Aslim mengatakan, meskipun harga beras masih tinggi saat ini, pemerintah sudah menanganinya dengan benar. Hal ini akan berdampak positif terhadap kinerja indikator ekonomi makro Indonesia. ”Saya sudah membaca di surat kabar, Kepala BPS menyatakan inflasi Januari akan lebih rendah dibandingkan Desember. Itu merupakan sesuatu yang mungkin dan merupakan kondisi yang bagus,” terang dia. Seperti diberitakan, pemerintah menginstruksikan Perum Bulog untuk menurunkan harga beras operasi pasar (OP) dari semula Rp- 4.000/kg menjadi Rp3.700/kg. Selain itu, Bulog juga diminta meningkatkan volume penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) pada Januari dan Februari sebesar dua kali lipat dari situasi normal sebesar 150–160 ribu ton per bulan. Kedua langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penurunan harga beras di pasaran. Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi mengatakan, upaya mempercepat penurunan dilakukan karena saat ini harga beras masih tinggi, yakni berada pada kisaran Rp4.400–4.950/- kg.Tingkat harga tersebut masih lebih tinggi dari harga rata-rata per Maret 2006 sekitar Rp4.330/kg. ”Dengan perhitungan kita, kalau tetap seperti sekarang, pada Maret nanti kira-kira harganya akan mencapai Rp4.900.Jadi selisihnya cukup besar (dibandingkan Maret 2006),” kata Bayu. Dihubungi terpisah,pengamat perbankan Eko B Supriyanto mengatakan, penurunan BI Rate harus lebih hati-hati dibandingkan tahun 2006. Sebab,perbedaan suku bunga riil (real interest rate differential)suku bunga dalam negeri dengan luar negeri semakin tipis.

Berita Properti

22 Jan 2007

MATERIAL BANGUNAN NAIK 10 PERSEN DI TANGERANG PEKAN DEPAN

Asaki.or.id – JKT, Tangerang, 21/1 (ANTARA) – Sejumlah Material bangunan akan naik sebesar 10 hingga 15 persen yang dijual pada kios dan toko perlengkapan bangunan di wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang, Banten, mulai Senin (22/1) mendatang. 

Beberapa pedagang meterial di Tangerang yang ditemui ANTARA, Minggu, mengatakan, harga bahan untuk bangunan itu akan naik mulai Senin karena pedagang besar enggan mengirim barang pada hari ini dan dua hari sebelumnya. 

“Saya sudah memesan beberapa barang sejak Jumat (19/1) lalu, tapi pedagang besar tidak mau mengirim dengan alasan akan naik sebesar 10 sampai 15 persen, jadi dikirim mulai Senin dengan harga baru,” kata Ah Liang (42). 

Penjual material di kawasan Jatiuwung Kota Tangerang itu mengatakan, sudah memesan triplek ukuran 3 mm dan 4 mm dalam jumlah ratusan helai, sejak dua hari lalu tapi tidak juga kunjung datang. 

Pemesanan serupa juga berupa kayu berbagai ukuran dan jenis, cat, semen, besi, paralon, kloset, paku dan aneka peralatan terbuat plastik. 

Pedagang asal Pontianak, Kalimantan Barat itu mengatakan, pesanan tersebut akan dikirim besok, maka harga yang ditawarkan tentu lebih mahal. 

Kita akan kesulitan untuk menjualnya karena memang harga yang ditawarkan pedagang besar sudah mahal, kalau sudah begini sulit untuk menekan harga, katanya. 

Masalah yang sama juga dialami Sutikno (48) penjual bahan material di kawasan Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. 

Jika mau membeli bahan material untuk membangun rumah, sebaiknya berbelanja pada hari ini saja, karena besok harga akan naik, katanya. 

Namun beberapa komponen harga diantaranya triplek ukuran 3 mm dengan harga Rp42.000 perhelai, ukuran 4 mm sebesar Rp51.000, semen sebesar Rp35.000 per zak, paku sebesar Rp8.000 per kg serta pasir Rp100.000 per mobil bak terbuka.

Sumber:  ANTARA
Berita Manajemen

18 Jan 2007

Pemerintah Tak Bisa Intervensi

JAKARTA (SINDO)-Pemerintah menyatakan tidak dapat melakukan intervensi terhadap keputusan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang akan menaikkan harga gas bagi industri sebesar 10% mulai pertengahan tahun depan.

Dari sisi korporasi, PGN menyatakan kenaikan harga gas tersebut sebagai langkah tepat untuk meningkatkan kinerja perusahaan. ”Kenaikan itu tidak bisa dihindari. Pemerintah tidak bisa melakukan intervensi karena PGN merupakan perusahaan yang telah go public,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris di Jakarta,kemarin.

Untuk menjembatani penolakan kalangan industri pengguna atas kenaikan harga gas tersebut, Menperin menyarankan agar masalah ini diselesaikan melalui pembicaraan secara bisnis (business to business/ B to B) antara kalangan pengusaha dan PGN guna mendapatkan kompromi paling optimal. ”Pengusaha seharusnya lebih proaktif dalam melakukan posisi tawar kepada PGN,”kata Fahmi.

Fahmi menilai, kalangan pengusaha kerap menuntut agar pemerintah berbuat maksimal untuk menyelesaikan masalah mereka jika terjadi gejolak sektoral seperti kenaikan harga gas. ”Mestinya, kalau (pengusaha) merasa keberatan bicarakan saja (ke PGN). Pengusaha sekarang ini selalu bergantung dari kiri-kanan, padahal sudah banyak orang melakukan pendekatan B to B untuk membicarakan berbagai keluhan,” tegas Menperin.

Kenaikan harga gas tersebut, ujar dia, merupakan sebuah keputusan yang akhirakhir ini sulit dihindari, mengikuti kecenderungan kenaikan harga minyak dunia. ”Selain itu, PGN kan sudah public company jadi terukur soal struktur biayanya. (Apa yang diputuskan PGN) itu merdeka 100% dari segala hal,” kata dia.

Di tempat terpisah, Sekjen Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Henry Kembaren mengungkapkan, rencana kenaikan itu akan semakin memperberat kinerja sektor industri keramik. Padahal, selama ini pasokan gas sangat minim, sehingga biaya produksi sangat tinggi dan industri tidak bisa beroperasi secara optimal. Jika ditambah dengan kenaikan harga gas 10%, kata Henry, dikhawatirkan utilisasi akan terus turun dan margin keuntungan dapat terpangkas hingga 25%.

Soalnya, jelas dia, biaya energi gas di industri keramik saat ini mencapai 30% dari harga pokok produksi. ”Kenaikan harga gas akan menambah biaya produksi, sementara produksi riil justru menurun akibat tersendatnya pasokan gas. Ini yang terus menggerus kinerja kami,” paparnya.

Menurut dia, kenaikan harga gas juga akan menurunkan daya saing di pasar internasional yang semakin ketat. Apalagi, kata dia, muncul sejumlah pesaing baru yang menawarkan harga murah dengan kualitas yang sama.Akibatnya, sejumlah industri keramik nasional melakukan de-marketing dengan menurunkan volume ekspor ke pasar kompetitif seperti di Uni Eropa. ”Soalnya, kami tidak bisa bersaing dan kalau diteruskan, pasti merugi,” kata dia. (sudarsono)

Berita Informasi Teknologi

18 Jan 2007

Nikmati Intel Core 2 Duo dalam Tablet

Asaki.or.id – Jakarta, PRODUSEN personal computer (PC) terkemuka asal Jepang Fujitsu memiliki citra sebagai salah satu produsen notebook berukuran kecil atau biasa disebut dengan PC tablet. Kali ini Fujitsu menghadirkan notebook baru yang dilengkapi kekuatan prosesor Intel Core 2 Duo untuk mendukung profesional yang membutuhkan kecepatan dan efisiensi. Nama notebook tersebut adalah Fujitsu LifeBook T4215. Produk baru dari Fujitsu ini memiliki konfigurasi dan fitur yang tinggi, seperti penggunaan pelindung atau pelapis pada bagian layar. Notebook ini juga sangat sesuai digunakan di luar ruangan, seperti di taman atau kafe. Layar T4215 memiliki kemampuan menyesuaikan kondisi pada berbagai tingkat cahaya. Dengan demikian, pengguna dapat bekerja dan melihat tulisan dengan jelas tanpa pantulan sinar matahari yang sebelumnya sangat mengganggu. Fleksibilitas yang tinggi juga ditunjukkan melalui layarnya yang dapat diputar dua arah, baik ke depan maupun ke belakang. Selain itu, LifeBook T4215 telah didukung layar liquid crystal display (LCD) 12,1 inci dengan resolusi 1.024 x 768 pixel. Resolusi ini bisa dibilang lebih rendah dibandingkan dengan laptop lainnya yang berukuran standar. Namun, jika sejajarkan dengan jenis tablet, maka resolusi layar pada T4215 tidak jauh berbeda. Sebagai PC tablet, T4215 dilengkapi dengan layar sentuh dan tambahan stylus yang ditempatkan di bagian kiri layar. Dilihat dari bentuknya, Life- Book Fujitsu ini berdimensi 295 x 244 x 36,5 mm dan termasuk ramping untuk ukuran laptop. Profesional wanita akan sangat menyukai T4215 karena mudah dibawa bepergian dan cukup ringan dengan bobot hanya 1,9 kg. Bahkan dengan bobot tersebut, laptop ini dapat dijinjing dengan satu tangan. Cukup menekan tombol kiri mouse, maka Anda bisa langsung menggunakan layar sentuh dengan bantuan stylus. Stylus-nya sendiri secara umum cukup akurat dan merespons dengan cepat ketika digunakan pada layar. Di sisi lain, keyboard dan touchpad juga bekerja dengan sangat baik. LifeBook T4215 memiliki fitur konektivitas standar yang dapat ditemui di laptop merek lain,termasuk tiga soket USB 2.0 jackdan slot untuk kartu memori. Selain itu,laptop ini juga memiliki outputVGA agar bisa terhubung dengan monitor eksternal. Sementara untuk konektivitas jaringan,T4215 dilengkapi modem, soket Ethernet, fitur nirkabel 802.11a/b/g,dan Bluetooth. Dilihat dari komponen, LifeBook T4215 memang dahsyat. Dukungan prosesor Intel Core 2 Duo T5600 1.83GHz mendukung laptop dengan performa tinggi. Penggunaan DDR2 SDRAM PC-5300 sebesar 1 GB memungkinkan pengguna menjalankan berbagai aplikasi terkini, baik program maupun game. Fujitsu LifeBook T4215 ini berjalan pada sistem operasi Microsoft Windows XP Tablet PC Edition agar profesional dapat menggunakan berbagai aplikasi milik Microsoft. T4215 juga dibundel dengan banyak aplikasi lain, di antaranya Fujitsu Hardware Diagnostic, Fujitsu Display Manager, Adobe Acrobat Reader 6.0, Sun Microsystems Java Runtime, Intellisonic DXEC.02,dan CyberLink PowerDVD. Untuk mendukung tampilan gambar, Fujitsu pun didukung oleh grafik Intel 950 dengan dynamic video memory technology (DVMT) untuk menghasilkan gambar yang lebih baik. T4215 menggunakan hard drive 200 GB dengan kecepatan transfer 5.400 rpm dan dilindungi dengan Fujitsu 3D Shock Sensor.(CR-19)

Sumber:  SI