22 Jan 2007
Inflasi Januari Diprediksi Turun
Asaki.or.id – JAKARTA, JAKARTA (SINDO) – Bank Indonesia (BI) memperkirakan tingkat inflasi pada Januari 2007 lebih rendah dibandingkan Desember 2006. Kondisi tersebut memperbesar peluang bagi BI untuk kembali menurunkan suku bunga acuan BI Rate. Deputi Gubernur BI Aslim Tadjuddin mengatakan, langkah pemerintah mengendalikan harga beras berpengaruh terhadap penurunan tingkat inflasi Januari 2007. ”Pemerintah sudah mengatasinya (harga beras) dengan baik. Jika inflasi Januari di bawah 1%, inflasi year on year akan lebih rendah. Ini memberi peluang penurunan kembali BI Rate,” ujar dia di Jakarta,kemarin. Aslim mengatakan, meskipun harga beras masih tinggi saat ini, pemerintah sudah menanganinya dengan benar. Hal ini akan berdampak positif terhadap kinerja indikator ekonomi makro Indonesia. ”Saya sudah membaca di surat kabar, Kepala BPS menyatakan inflasi Januari akan lebih rendah dibandingkan Desember. Itu merupakan sesuatu yang mungkin dan merupakan kondisi yang bagus,” terang dia. Seperti diberitakan, pemerintah menginstruksikan Perum Bulog untuk menurunkan harga beras operasi pasar (OP) dari semula Rp- 4.000/kg menjadi Rp3.700/kg. Selain itu, Bulog juga diminta meningkatkan volume penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) pada Januari dan Februari sebesar dua kali lipat dari situasi normal sebesar 150–160 ribu ton per bulan. Kedua langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penurunan harga beras di pasaran. Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi mengatakan, upaya mempercepat penurunan dilakukan karena saat ini harga beras masih tinggi, yakni berada pada kisaran Rp4.400–4.950/- kg.Tingkat harga tersebut masih lebih tinggi dari harga rata-rata per Maret 2006 sekitar Rp4.330/kg. ”Dengan perhitungan kita, kalau tetap seperti sekarang, pada Maret nanti kira-kira harganya akan mencapai Rp4.900.Jadi selisihnya cukup besar (dibandingkan Maret 2006),” kata Bayu. Dihubungi terpisah,pengamat perbankan Eko B Supriyanto mengatakan, penurunan BI Rate harus lebih hati-hati dibandingkan tahun 2006. Sebab,perbedaan suku bunga riil (real interest rate differential)suku bunga dalam negeri dengan luar negeri semakin tipis.

