26 Apr 2007
Pertumbuhan Ponsel Global Melambat
Asaki.or.id – Jakarta, Samsung berjaya karena mampu memanfaatkan kesialan Motorola. Samsung berhasil meraih pertumbuhan dua kuartal berturut-turut sekaligus pertumbuhan tahunan. FIRMA riset International Data Corp (IDC) mengungkapkan, pada kuartal pertama 2007 pasar ponsel dunia terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Survei Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker terbaru yang dirilis IDC memaparkan, para produsen ponsel dunia berhasil menjual 256,4 juta unit ponsel secara global pada tiga bulan pertama 2007. IDC menilai, angka penjualan ponsel global pada kuartal pertama 2007 meningkat 10% daripada kuartal pertama 2006. Namun, IDC menegaskan, penjualan ponsel global pada kuartal pertama 2007 melemah 13,8% daripada penjualan pada kuartal keempat 2006. IDC menjelaskan, tiga bulan pertama 2007 merupakan kuartal pertama di mana pasar ponsel dunia mengalami pertumbuhan lebih lambat. Kinerja kuartal pertama 2007 sangat kontras dari pertumbuhan pesat yang terjadi pada setiap kuartal di sepanjang 2006. Pertumbuhan tahunan (YoY – year on year) pada masingmasing kuartal di 2006 sanggup melampaui 20%.Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan 10% yang terjadi pada tiga bulan pertama 2007.Penurunan penjualan ponsel tersebut selaras dengan perkiraan IDC. IDC memaparkan, ketika semakin banyak penduduk dunia berlangganan layanan seluler, maka semakin sedikit penduduk yang belum berlangganan. Konsekuensinya, pasar ponsel pun mengalami pergeseran. Dulu, pembeli ponsel adalah para pelanggan baru layanan seluler, mereka belum pernah memiliki ponsel dan baru membeli ponsel untuk pertama kalinya. Sebaliknya, pada saat ini pelanggan membeli ponsel untuk mengganti ponsel yang sudah dimiliki. Dengan demikian, pasar ponsel dunia memang akan terus bertumbuh, namun pertumbuhan tersebut tidak akan sepesat pada masa silam ketika pengguna ponsel masih sedikit. ”Peningkatan penjualan ponsel dunia sebagian didorong pelanggan baru di pasar berkembang dan sebagian yang lain adalah pembelian ponsel pengganti di pasar matang,” ungkap Research Analyst Mobile Devices Technology and Trends Group IDC Ramon Llamas. Llamas menjelaskan, karena layanan konektivitas suara dasar dan keterjangkauan harga kerap menjadi komponen penentu permintaan di pasar berkembang, maka produsen ponsel yang rajin menawarkan ponsel murah di pasar-pasar tersebut berisiko terkena dampak penurunan ASP (harga jual rata-rata). Profitabilitas produsen turun ketika ASP turun. Agar tidak terkena penurunan ASP,Llamas menegaskan, produsen harus melakukan penyeimbangan portofolio (kombinasi ponsel kelas pemula, menengah, dan atas), memperbaiki efisiensi rantai suplai logistik, serta memindahkan produksi ke negaranegara yang berbiaya rendah. Samsung Berjaya Research Analyst Worldwide Mobile Phone Tracker IDC Ryan Reith mengungkapkan, pada kuartal pertama 2007 peringkat lima produsen ponsel terbesar dunia memang tidak berubah. Namun, Reith menyatakan, pasar ponsel dunia saat ini diwarnai tren baru yang menarik. ”Samsung mampu memanfaatkan kesialan Motorola. Alhasil, Samsung mampu meraih pertumbuhan berturut-turut pada kuartal keempat 2006 hingga kuartal pertama 2007. Pertumbuhan kuartalan berurutan ini sangat jarang terjadi pasar ponsel yang sangat dipengaruhi musim,”sebut Reith. Reith menambahkan, kendati Motorola berencana kembali menggairahkan pertumbuhan, perubahan mendadak momentum pasar ponsel dunia menegaskan bahwa industri ponsel memang sangat kompetitif. Di pasar ponsel global, produsen yang berjaya adalah produsen yang aktif menyajikan inovasi. Secara detail IDC menjelaskan, produsen ponsel terbesar dunia pada kuartal pertama 2007 adalah Nokia. Posisi puncak masih dikuasai produsen Finlandia tersebut karena Nokia berhasil mencatat angka penjualan 91,1 juta unit pada tiga bulan pertama 2007. Sukses Nokia didorong kesinambungan pertumbuhan penjualan ponsel di wilayahwilayah penentu. Penjualan ponsel Nokia di Timur Tengah, Afrika, dan China meningkat daripada kuartal keempat 2006.Sementara itu,penjualan di Asia Pasifik stabil, tidak turun dari periode belanja akhir tahun. Ponsel-ponsel kelas atas produksi Nokia juga sangat sukses di pasar. Di pasar ponsel kelas atas (smartphone), Nokia berhasil mencatat rekor penjualan 11,8 juta unit. Kesuksesan smartphone Nokia didorong keberhasilan N73, N70, dan E65 yang baru diluncurkan. Dengan bersusah payah, Motorola berhasil mempertahankan posisi kedua terbesar pada kuartal pertama 2007. Fokus pemulihan Motorola membuahkan penjualan 45,5 juta unit pada periode tersebut. Namun, produsen AS tersebut terpukul kerugian penjualan pada tiga bulan pertama 2007. Posisi terbesar ketiga dunia pada kuartal pertama 2007 dikuasai Samsung. Produsen ponsel Korea Selatan tersebut sukses dengan meraih pertumbuhan sequential (perbanding an kuartal saat ini dengan kuartal sebelumnya) serta pertumbuhan tahunan (kuartal tahun ini dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya). Dengan sukses berganda tersebut, Samsung berhasil mencatat rekor baru penjualan sebesar 34,8 juta unit. Pendorong utama sukses Samsung adalah ponsel tipis Ultra Edition, terutama D900 dan E250. Di samping Samsung, produsen ponsel yang sukses besar pada kuartal pertama 2007 adalah Sony Ericsson.Joint venture Jepang-Swedia tersebut berhasil meraih pertumbuhan tahunan terbesar di antara lima produsen ponsel terbesar dunia. Sony Ericsson mempertahankan posisi keempat terbesar dengan penguatan penjualan ponsel murah dan menengah di Eropa, Asia Pasifik, dan Amerika Latin.
| Sumber: | SO |

