Berita Daerah

25 May 2007

PMA Inggris Tambah Investasi

Asaki.or.id – Jakarta, JAKARTA (SINDO)-Perusahaan keramik asal Inggris Royal Doulton & Wedgwood berencana meningkatkan investasinya di Indonesia sebesar USD25-28 juta, atau sekitar Rp220-246 miliar.

Tambahan investasi tersebut akan direalisasikan perusahaan penanaman modal asing (PMA) tersebut pada 2008. “Total investasi Doulton di Indonesia saat ini mencapai USD75 juta, dan akan ada penambahan USD25-28 juta,” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhamad Lutfi, seusai mendampingi Chairman Royal Doulton & Wedgwood Sir Anthony O’Reilly bertemu Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, di Kantor Wapres Jakarta, kemarin.

Lutfi menambahkan, perusahaan itu juga berencana memindahkan pabriknya di Eropa ke Indonesia. Royal Doulton tercatat sudah beroperasi di Indonesia sejak 12 tahun terakhir. Ketertarikan Royal Doulton di Indonesia, jelas Lutfi, adalah karena kelebihan tenaga artistik Indonesia yang membuat produknya sangat kompetitif.

Menurut Lutfi, peningkatan investasi PMA Inggris tersebut akan menjadi alat promosi bagi perusahaan sejenis untuk berinvestasi di Indonesia. “Dalam jangka panjang, Tangerang, Bandung, Bali dan Lombok akan kita kembangkan menjadi pusat produksi keramik tingkat dunia,” kata Lutfi.

Dalam pertemuan yang dihadiri pula oleh Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki) tersebut, lanjut Lutfi,Wapres juga menyatakan dukungan atas masuknya PMA di sektor tersebut.Wapres juga berjanji segera memperbaiki masalah pasokan gas untuk industri keramik yang saat ini kurang lancar. “Masalah suplai, Wapres menjelaskan dalam waktu 40 hari, seperti janji PGN masalah gas ini akan diselesaikan. Wapres juga menjanjikan, pada 2010 pasokan gas di Indonesia akan mengalami equilibrium sehingga dipastikan tidak akan ada lagi kekurangan pasokan,” paparnya.

Sementara itu, Chairman Royal Doulton & Wedgwood Sir Anthony O’Reilly mengatakan, penambahan investasi sebesar USD25 juta akan menggandakan kapasitas produksi dari 6 juta keping per tahun saat ini menjadi 12 juta keping. “Di samping itu, kami juga akan melakukan transfer teknologi dan pengetahuan dari Inggris ke Indonesia, khususnya di bidang desain,” tuturnya.

Menurut Anthony,5-10 tahun ke depan ekonomi Indonesia akan maju pesat. Hal itu dibenarkan Ketua Asaki Achmad Widjaya yang mengatakan bahwa saat ini Indonesia merupakan pemain nomor lima dunia di bidang produksi ubin lantai, ubin dinding, barang pecah belah, dan genteng. “Semua asli dari sini. Kita ekspor cukup besar,” cetusnya.(ali ikhwan)

Comments are closed.