| ARTISTIK Setelah dibingkai, lukisan keramik memberi sentuhan estetis area dining room.
MEMAJANG karya seni seperti lukisan, gampang-gampang susah. Bila tidak tepat, bisa merusak tatanan interior. Media lukis saat ini sangat banyak sekali ragamnya. Di atas kanvas, mungkin itu sudah biasa.
Kini,salah satu yang tengah tren, adalah lukisan keramik dan porselen. Ketut Yuliantara, desainer dan pemilik CV Bali Permata yang menghasilkan lukisan keramik dan porselen, menyebutkan, pada sisi tertentu media keramik memiliki berbagai keterbatasan. Mulai dari permukaan bidang, menjadi terbatas untuk menjajal berbagai gaya kepelukisan, hingga kondisinya yang rentan terhadap getaran.
Keramik juga selalu berasosiasi kepada kerajinan. Keramik seolah-olah tak pernah digolongkan ke dalam seni murni yang didominasi oleh lukisan di atas kanvas.Namun, bagi seniman keramik sejati, hal tersebut bukanlah suatu penghalang.
”Melukis di atas kanvas merupakan hal biasa dilakukan orang banyak, tapi kalau melukis di atas keramik mungkin belum pernah dilakukan. Karena alasan tersebut, kami ingin membuat sesuatu yang baru dan unik. Selain itu, melukis di atas keramik terasa lebih bebas berkreasi dibandingkan dengan media lainnya, seperti melukis di objek piring atau cangkir,” ujar Ketut.
Keramik lukis yang sudah jadi bisa dimanfaatkan untuk hiasan dinding kamar mandi atau kolam renang. Dengan memasang keramik lukis ini akan memunculkan rasa berbeda di ruangan tadi. Secara keseluruhan,lukisan dengan media keramik memberi karakter yang berat kepada lukisan.
Namun, karya seni ini tetap dapat dipadukan dengan beragam gaya arsitektur hunian yang disesuaikan tema dan desain hunian yang digunakan. Hunian bergaya Mediteranian yang penuh warna, cocok dilengkapi dengan lukisan keramik yang colorfull. ”Lebih pas lagi bila lukisan keramik ini diterapkan di rumah bergaya Bali karena lukisan keramik yang dibuat di sini identik dengan tema realisme kehidupan di Bali,”ucapnya mengakhiri persuaan dengan SINDO.
Di mata desainer interior Farida Alaydrus, lukisan keramik dapat dipadukan dengan gaya hunian apa saja.Terpenting tema lukisan keramik tersebut serasi dengan desain interior sebuah ruangan. ”Misalnya, lukisan keramik dengan tema Chinesse, cocok ditempatkan di ruangan rumah bergaya tropis atau oriental. Adapun rumah bergaya etnik tradisional dapat mengaplikasikan lukisan keramik dengan tema senada. Seperti gambar suasana pedesaan,” katanya memberikan contoh.
Menurut dia, padu-tidaknya sangat bergantung dengan konsep dan tema lukisan tadi. Bahkan, kini lukisan modern yang ditorehkan di lembar keramik juga sudah ada. Lukisan ini tidak hanya terdiri atas satu atau dua warna biasa, tapi ada permainan macam warna. Farida mengungkapkan, apabila lukisan keramik tadi hanya berupa sebuah aksen lukisan, maka desain lukisan itu bisa saja ditempatkan di rumah model apa saja.
”Jadi tidak kaku semisal desain etnik, maka aksesori semuanya harus yang etnik. Desain rumah modern,tapi ada satu aksen hiasan etnik juga tidak apa-apa. Hal itu masih diterima,” ucap Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia ini.
Teknik Pencahayaan
MULTIFUNGSI, Lukisan di atas media keramik di kamar mandi ini memiliki manfaat ganda.
PENEMPATAN lukisan etnik di gaya rumah modern bisa ditempatkan di satu titik yang eye catching, tanpa memuat hiasan lainnya. Dengan begitu, ruangan tadi mampu mengeluarkan kesan modern dengan lebih terasa. Sementara, lukisan etnik keramik tadi hanya sebagai akses.
Penempatan lukisan keramik mesti proporsional dengan ruangan. Ukuran tak bisa menjadi patokan. Sejauh eye cathing penempatannya, maka lukisan itu akan lebih memberi makna dalam sebuah ruangan.
”Bisa saja kami memainkan teknik pencahayaan. Apakah dari atas atau dari bawah yang menyorot ke lukisan tersebut. Penggunaan background cat dan wallpaper di dinding perlu dipilih yang kontras dan jangan warna senada. Ini akan memberikan kesan lebih kuat,” sebut Farida yang juga lulusan Academy of Art College San Fransisco, AS .
Sementara itu, desainer interior Dewi Haliman mengingatkan, sebelum memutuskan mengaplikasikan sebuah dekorasi ruangan, terlebih dulu perlu menentukan desain rumahnya. Dalam merancang sebuah rumah, Dewi lebih terbiasa mengacu kepada desain rumahnya terlebih dahulu. Baru setelah itu, dekorasi mengikuti desain rumah yang telah ditetapkan.
Bukan sebaliknya, menetapkan dekorasinya terlebih dulu, lalu merancang desain interior rumah. ”Jadi diawali dengan basic, kontainernya terlebih dulu. Kalau kontainernya sudah jadi, baru mencari dekorasi,” kata Dewi. Si penghuni harus menetapkan terlebih dulu gaya rumah yang memang diinginkannya. Furnitur dan aksesori lainnya baru dapat dipadukan bila cocok dengan gaya rumah yang dipilih tadi.
Lukisan keramik dan porselen bisa saja dipasang di bagian depan, kamar mandi atau kolam renang. Apalagi kalau benda lukisan keramik itu berwujud, sebagaimana lukisan pada umumnya yang dibingkai, kemudian dipasang di dinding, maka itu dapat dipasang di ruang apa saja.
Karena hiasan tadi, fungsinya lebih sebagai sebuah hiasan dinding, sama seperti lukisan biasa. Dengan begitu, apa yang dimunculkan dari pemakaian ornamen tersebut, sangat bergantung dengan tema lukisan yang diusung. (nuriwan trihendrawan)
|