17 Jul 2007
Industri keramik gagal raih target produksi
Asaki.or.id – Jakarta, JAKARTA: Target produksi industri keramik pada semester I/2007 sebanyak 164 juta meter3 dipastikan gagal dicapai akibat gangguan pasokan gas. Pada periode itu realisasi produksi diperkirakan hanya mencapai 35% atau sebesar 120 juta meter3.
Problem gas tersebut juga secara langsung menyebabkan ekspor keramik pada semester I sangat rendah yakni hanya senilai US$85 juta, dari US$110 juta yang ditargetkan.
Ketua Umum Asosiasi Industri Aneka Keramik (Asaki) Achmad Widjaya menjelaskan ketidakmampuan kalangan industri keramik mencapai target tersebut disebabkan pasokan gas semester I/2007 mengalami gangguan serius baik volume maupun tekanannya.
“Akibatnya, perusahaan keramik kita kehilangan kepercayaan dari buyers [pembeli di luar negeri]. Sejumlah importir pun mulai merelokasi order mereka ke Malaysia, Vietnam, dan China karena dikhawatirkan pabrik keramik di Indonesia tak mampu memenuhi kontrak order,” katanya, kemarin.
Dia mengungkapkan setidaknya terdapat lima produsen keramik besar berorientasi ekspor yang kini kesulitan memenuhi order ekspor. “Akibatnya, mereka terkena dan terancam sanksi penalti oleh buyers.”
Beberapa perusahaan yang terkena dan terancam sanksi penalti tersebut a.l. PT Mulia Ceramics, PT KIA Ceramics, PT Roman Keramik, PT Kobin (Kedaung Group), dan PT Doulton Indonesia.
Salah satu dari lima produsen itu, tambah Widjaya, terancam dikenai penalti US$100.000 per kontainer akibat keterlambatan memenuhi order ekspor ke Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Australia

