07 Nov 2007
Seribu Menara di 10 Kota
Asaki.or.id – Jakarta, Menurut Zulfi Syarif Koto, Deputi bidang Perumahan Formal, Kementrian Negara Perumahan Rakyat RI, pemerintah memprogramkan pembangunan 1.000 Menara Rumah Susun sepanjang 2007-2011, baik yang berstatus hak milik maupun sewa, yang mencakup 471.764 sarusun.
Pembangunan Rumah Susun memang harus digalakkan, karena pengembangan pemukiman yang melebar seperti sekarang ini sangatlah boros lahan dan berdampak pada banyak hal:laju konversi lahan pertanian menjadi pemukiman, merosotnya daya dukung alam, menipisnya ruang terbuka hijau dan area resapan air, tingginya investasi infrastruktur, mahalnya biaya transportasi, kemacetan lalu lintas, pemborosan energi, polusi, peningkatan biaya kesehatan dan penurunan produktifitas.
Berbeda dengan Rumah Susun sebelumnya yang hanya 5-6 lantai, tinggi rumah susun dalam program ini berkisar antara 6-24 lantai, dengan luas tanah 3.000-5.000sqm dan jumlah sarusun antara 100-600 unit per menara.
Pembangunan diprioritaskan di 10 kawasan perkotaan dengan penduduk di atas 1,5juta jiwa, serta kota yang memiliki tanah di lokasi strategis dan pemdanya berkomitmen membangun rusun dengan memberi aneka insentif.” Lokasi rusun haruslah strategis, terlayani infrastruktur dan suprastruktur perkotaan, bernilai ekonomi tinggi, peruntukan memang untuk permukiman dan ditetapkan bupati/walikota sebagai lokasi rusun.”
Adapun 10 kawasan perkotaan tersebut adalah:
1. Medan plus Binjai dan Deli Serdang
2. Batam plus Bintan dan Karimun
3. Palembang plus Belitung dan Indralaya
4. Banjarmasin plus Kuala Kapuas dan Banjarbaru
5. Makassar plus Sunggu dan Takalar
6. Jakarta plus Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi
7. Bandung Raya
8. Semarang plus Kendal, Ungaran dan Purwodadi
9. Yogyakarta plus Sleman dan Bantul
10. Surabaya plus Gresik, Bangkalan, Kertosono dan Lamongan.
| Sumber: | Housing Estate |

