Berita Utama

21 Jan 2009

SAFEGUARD KERAMIK DIPERPANJANG 3 TAHUN

Asaki.or.id – Jakarta, JAKARTA (SINDO) – Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan instrumen perlindungan perdagangan (safeguard) keramik pecah belah (tableware) selama tiga tahun, dari 2009–2011. Langkah ini dilakukan guna menekan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri keramik nasional. Direktur Industri Kimia Hilir Departemen Perindustrian (Depperin) Tony Tanduk mengatakan, perpanjangan safeguard keramik merupakan salah satu insentif fiskal untuk mencegah PHK di sektor manufaktur. “Tujuan safeguard itu agar penguasaan produk lokal makin meningkat, sehingga tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) industri keramik naik menjadi 70%,” paparnya di Jakarta kemarin. Penerapan safeguard itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 237/PMK.011/2008 tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan Terhadap Impor Produk Keramik Tableware. Dalam peraturan tersebut, besaran safeguard diturunkan dari Rp1.600 kg pada 2006 menjadi Rp1.200 per kg pada 2009. Sementara pada 2011, besaran safeguard akan diturunkan lagi menjadi Rp1.100 per kg. Dalam PMK tersebut dijelaskan, perpanjangan safeguard keramik tableware mulai berlaku 4 Januari 2009 sampai 3 Januari 2012. Bea masuk safeguard dikenakan terhadap impor produk keramik tableware dengan pos tarif 6911.10.00.00, 6911.90.00.00, dan 6912.00.00.00, kecuali produk peralatan toilet. “Terhadap impor keramik tableware dari negara-negara yang dikecualikan dari pengenaan bea masuk safeguard, importir wajib menyerahkan dokumen surat keterangan asal (certificate of origin),” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam peraturan yang ditandatangani 23 Desember 2008 itu. Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Achmad Widjaya menerangkan, penetapan safeguard bisa mereduksi impor dari 70.000 ton menjadi sekitar 30.000 ton per tahun. Negara yang dikenakan safeguad yakni China, Malaysia,dan Hong Kong. Selain itu,instrumen ini ditujukan untuk mempertahankan kinerja produksi 40 perusahaan keramik tableware yang sudah berkecimpung di dalam negeri dari ancaman resesi ekonomi global. “Yang kami khawatirkan adalah serbuan impor keramik asal China,sementara impor dari negara-negara yang tidak masuk dalam daftar pemerintah relatif kecil dampaknya atau hanya sekitar 1–3%,”paparnya kemarin.

Sumber:  SO

Comments are closed.