Berita Utama

09 Jul 2009

Pebisnis butuh keberpihakan Apindo: Yudhoyono harus lebih berani ambil keputusan

JAKARTA: Kalangan pebisnis di Tanah Air menaruh harapan yang begitu besar terhadap presiden terpilih untuk secepatnya memacu pertumbuhan ekonomi nasional dan keluar dari krisis ekonomi.

Harapan yang begitu beragam tersebut sebagian besar mencerminkan kepentingan setiap pengusaha dan bidang usaha yang digeluti.

Namun, benang merah yang dapat ditarik adalah keberpihakan yang konkret dari presiden terpilih terhadap kepentingan dunia usaha. (more…)

Berita Informasi Teknologi

06 Jul 2009

Innovative kiln systems at CERAMITEC 2009

Innovative kiln systems at CERAMITEC 2009

  • Creative solutions for process-optimised, energy-efficient firing at CERAMITEC 2009
  • New products and further developments in firing technology

Kiln systems are at the very heart of ceramics manufacture, as it is the process of firing that transforms the delicate ‘green products’ into ones with special and even outstanding characteristics. But because of the high energy consumption involved in firing, this process accounts for a considerable proportion of overall process costs.

The demands placed on kiln systems are as diverse as the different segments of the ceramic industry and its products. In heavy clay ceramics, for example, the focus is on large volumes and the reproducibility of results, whereas in fine ceramics, it’s flexibility that is important, for the diversified product lines and high demands on visual quality of the products. In the broad and growing field of technical ceramics, by contrast, the challenges are new materials and product ideas, high firing temperatures, different atmospheres and the harmful substances that are released. Nevertheless, all segments share the same interest in improving the energy efficiency of the entire firing process.

At CERAMITEC in Munich, between 20 and 23 October 2009, the manufacturers of industrial kiln systems will be presenting creative solutions for process-optimised, energy-efficient firing, covering the different requirements of the different fields of ceramics.

The new and improved kiln and firing concepts on display will include, for example, the 3-channel roller kiln, designed to cope with over 20,000 tonnes of porcelain per year, and the new high-temperature vacuum lock from Eisenmann for complex sintering processes in continuous kiln systems at temperatures of up to 1700° C. Riedhammer, Sama, Sacmi and Imerys are presenting a jointly developed technique for producing low-sintering porcelain in a single firing. Not new, but taken up by many plant manufacturers, is the use of heat recovery systems. This enables a certain quantity of energy to be used twice, i.e. returned to the process or utilised in other processes. Energy savings here can be as much as 25 percent.

The use of new-style burners and intelligent measurement, control and regulation systems promises precise, highly flexible firing processes and the highest level of energy efficiency. Sacmi, for example, has developed a firing process for tiles in which through regulation of flame length and intensity even temperatures can be achieved in the tunnel kiln and the atmosphere changed from oxidising to reducing. CTB ceramic technologie berlin combines newly developed ‘TRUE BLUE’ burner with its measurement, control and regulation systems. The critical factor in complex firing processes is the precision and speed with which the controls operate.

Not just in this segment is CERAMITEC 2009 offering a broad range of products and innovations, it is also a great place for visitors to find out how to significantly improve flexibility, process accuracy and energy consumption including on existing plant, through the use of modern firing, measurement and control systems, ‘light’ kiln furniture and by eliminating energy eaters on kilns and kiln cars.

Additional information about CERAMITEC 2009 is available at www.ceramitec.de.

Please note: Effectively immediately, you may register to participate at the trade-press stand and order press compartments for CERAMITEC 2009 at www.ceramitec.de/en/Press/TradePress.

New: All the key press materials have now been gathered together in our media kit, to download from: www.ceramitec.de/en/Press/MediaKit.

About CERAMITEC
CERAMITEC, 11th International Trade Fair for Machinery, Equipment, Plants, Processes and Raw Materials for CERAMICS and POWDER METALLURGY, will take place at the New Munich Trade Fair Centre from 20 to 23 October 2009. Since its premiere in 1979, CERAMITEC has developed into the world’s leading trade fair for the ceramic industry. The comprehensive supporting programme provides an overview of current trends and innovations in the ceramic market. CERAMITEC 2006 attracted 612 exhibitors from 42 countries and approx. 22,000 visitors from 106 countries. Statistics for CERAMITEC are checked by an independent auditor contracted by the Gesellschaft zur Freiwilligen Kontrolle von Messe- und Ausstellungszahlen (Society for Voluntary Control of Fair and Exhibition Statistics).

About Messe München International (MMI)
Messe München International (MMI) is one of the world’s leading trade-fair organisers. It organises around 40 trade fairs for capital and consumer goods, and key high-tech industries. Each year over 30,000 exhibitors from more than 100 countries, and over two million visitors from more than 200 countries take part in the events in Munich. In addition, MMI organises trade fairs in Asia, Russia, the Middle East and South America. With six subsidiaries abroad – in Europe and in Asia – and with 66 foreign representatives serving 89 countries, MMI has a truly global network.

10/e/MarComGB1/cp/sw

Press contact

Sabine Wagner, Manager Communications CERAMITEC 2009
Marketing & Communication, Capital Goods
Tel.: (+49 89) 949-20246, Fax: (+49 89) 949-20249
E-mail: sabine.wagner@messe-muenchen.de

CERAMITEC Newsletter is a service of Messe München International, Messegelände, 81823 München, Germany, Tel.: +49 (0) 89 / 9 49 20 720. Registration Court Munich HRB 6311, VAT ID No.: DE 129424028; ISSN 1613-7299.
Imprint
Do you have questions, comments or recommendations regarding the CERAMITEC Newsletter? Simply send an e-mail to press@ceramitec.de
If you no longer wish to receive the CERAMITEC Newsletter, you may cancel your subscription at any time. Simply click here.

Berita Daerah

06 Jul 2009

160 Perusahaan Bahan Bangunan Mejeng di JCC

Mau bangun atau renovasi rumah tapi bingung cari bahan bangunan? Tak perlu bingung karena ada 160 perusahaan bahan bangunan yang menggelar produknya di Indonesia Building Technology Expo (IndoBuildTech) yang berlangsung pada 1-5 Juli 2009 di Jakarta Convention Center (JCC), Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pameran yang sudah digelar ketujuh kalinya ini menghadirkan merek-merek ternama di sektor bahan bangunan dan desaian eksterior dan interior dari dalam dan luar negeri. IndoBuildTech diikuti 130 peserta dari dalam negeri serta 13 peserta dari Cina dan 17 peserta dari Malaysia.

“Pameran ini bertujuan memperkenalkan produk-produk bahan bangunan hingga perlengkapan eksterior dan interior dari dalam dan luar negeri,” ujar Direktur Debindo Effi Setiabudi dalam jumpa pers di JCC, Jakarta, Kamis (2/6/2009).

Dalam menggelar pameran ini, Debindo mengadakan kerjasama dengan Departemen
Perindustrian, Departemen Perdagangan, Asosasi Aneka Industri Keramik Indonesia
(ASAKI), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan
Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII).

Menurut Effi, pameran ini diharapkan dapat mempertemukan para peserta pameran dengan agen-agen penjual, sehingga bisa mendorong penjualan seperti yang telah terjadi di pameran-pameran yang lalu.

“Memang tujuan pameran ini bukan melakukan penjualan di tempat, tapi lebih kepada mempertemukan para peserta (produsen) dengan para agen penjual seperti di pameran yang kita gelar tahun-tahun lalu,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Effi tidak bisa menyebutkan target transaksi yang akan terjadi di pameran ini.

“Pameran ini business to business (B to B) bukan business to consumer (B to C). Jadi kebanyakan transaksi terjadi belakangan. Pameran B to B bertujuan mempertemukan produsen dengan agen penjual bukan konsumen secara langsung. Jadi kita tidak menargetkan angka transaksi pameran,” ujarnya.

Berita Manajemen

06 Jul 2009

Ekspor Keramik Semester I-2009 Anjlok 54%

Jakarta – Nilai ekspor industri keramik selama semester I-2009 diperkirakan anjlok 54% dibandingkan semester I-2008. Penurunan disebabkan turunnya permintaan dari negara tujuan ekspor akibat krisis.

“Ekspor keramik semester I-2009 diperkirakan tidak sampai US$ 50 juta,” ujar Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Achmad Widjaya, di JCC, Jakarta, Kamis (2/7/2009).

Achmad mengatakan, pada semester I-2008 nilai ekspor keramik mencapai US$ 110 juta. Mengacu pada nilai tersebut, ekspor keramik hingga akhir Juni 2009 mengalami penurunan tajam sebesar 54,5% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Pada triwulan I-2009 saja, ekspor tidak sampai US$ 25 juta. Angka US$ 50 juta di semester I-2009 juga masih perkiraan, belum tentu sampai segitu,” ujarnya.

Ia mengatakan, penyebab utama penurunan ekspor keramik lantaran krisis ekonomi global telah menyebabkan anjloknya permintaan dari negara tujuan ekspor seperti Amerika Serikat dan Eropa.

“Kita sudah coba lakukan pengalihan pasar ekspor ke ASEAN, tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Target kita 20% ekspor keramik bisa dialihkan ke ASEAN, tapi realisasinya hanya sekitar 10%,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ia memprediksi nilai ekspor satu tahun penuh di 2009 juga bakal anjlok tajam dibanding tahun lalu. Pada tahun 2008, ekspor keramik nasional mencapai US$ 220 juta.

“Tahun ini kami perkirakan paling banyak mencapai US$ 100 juta, itu target optimisnya,” ujarnya.

Achmad juga mengatakan sulit melakukan pengalihan pasar ekspor ke pasar domestik, terutama dari sisi daya beli.

“Mengalihkan ke domestik lebih sulit lagi. Daya belinya tidak cukup,” ujarnya.

Berita Informasi Teknologi

06 Jul 2009

Indonesia Siap Kembangkan Teknologi Nano untuk Industri

Departemen Perindustrian (Depperin) telah menyusun road map pengembangan teknologi nano untuk kebutuhan industri selama 15 tahun ke depan. Saat ini teknologi nano sudah dikembangkan di beberapa industri lokal seperti tekstil, makanan, keramik namun masih menggunakan lisensi Jepang dan AS.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Departemen Perindustrian Dedy Mulyadi saat ditemui di gedung DPR, Rabu (24/6/2009).

Teknologi nano merupakan teknologi rekayasa partikel yang sudah banyak dikembangkan oleh negara maju. Teknologi ini berbasis olah partikel dengan tujuan mengefisiensikan pemanfaatan bahan baku, inovasi teknologi dan lain-lain.

Sayangnya Indonesia sekarang ini belum banyak mengembangkan sendiri teknologi tersebut sehingga harus masih membeli lisensi ke asing.

“Setelah kabinet baru ini,  kita akan bangun balai khusus untuk pengembangan teknologi nano,” katanya.

Saat ini kata Dedy, Indonesia sangat jauh tertinggal dengan negara-negara Asia lainnya seperti India dan China yang sudah cukup maju mengembangkan teknologi nano. Padahal Indonesia telah memiliki 100 lebih doktor bidang teknologi nano jebolan dari Amerika dan Jepang.

Dengan dibangunnya balai khusus teknologi nano diharapkan hasil-hasil penelitian dibidang nano bisa lebih banyak dihasilkan dan bisa diterapkan di industri praktis.

Indonesia, kata Dedy, berpeluang menjadi negara yang bakal sukses mengembangkan teknologi nano karena ditopang oleh sumber bahan baku teknologi nano seperti pasir silika, batu gamping, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain.

Menurutnya pengembangan teknologi nano bagi industri sangat bermanfaat untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi industri. Ia mencontohkan pengembangan teknologi nano di industri bisa diterapkan dalam pembuatan tekstil katun anti air, plat baja ringan, bahan anti peluru ringan dan lain-lain.

“Karena ada rekayasa partikel maka bahan seperti katun yang menyerap air, bisa dibentuk jadi anti air. Ini yang membuat nilai tambah,” ucapnya.