Berita Informasi Teknologi

06 Jul 2009

Indonesia Siap Kembangkan Teknologi Nano untuk Industri

Departemen Perindustrian (Depperin) telah menyusun road map pengembangan teknologi nano untuk kebutuhan industri selama 15 tahun ke depan. Saat ini teknologi nano sudah dikembangkan di beberapa industri lokal seperti tekstil, makanan, keramik namun masih menggunakan lisensi Jepang dan AS.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Departemen Perindustrian Dedy Mulyadi saat ditemui di gedung DPR, Rabu (24/6/2009).

Teknologi nano merupakan teknologi rekayasa partikel yang sudah banyak dikembangkan oleh negara maju. Teknologi ini berbasis olah partikel dengan tujuan mengefisiensikan pemanfaatan bahan baku, inovasi teknologi dan lain-lain.

Sayangnya Indonesia sekarang ini belum banyak mengembangkan sendiri teknologi tersebut sehingga harus masih membeli lisensi ke asing.

“Setelah kabinet baru ini,  kita akan bangun balai khusus untuk pengembangan teknologi nano,” katanya.

Saat ini kata Dedy, Indonesia sangat jauh tertinggal dengan negara-negara Asia lainnya seperti India dan China yang sudah cukup maju mengembangkan teknologi nano. Padahal Indonesia telah memiliki 100 lebih doktor bidang teknologi nano jebolan dari Amerika dan Jepang.

Dengan dibangunnya balai khusus teknologi nano diharapkan hasil-hasil penelitian dibidang nano bisa lebih banyak dihasilkan dan bisa diterapkan di industri praktis.

Indonesia, kata Dedy, berpeluang menjadi negara yang bakal sukses mengembangkan teknologi nano karena ditopang oleh sumber bahan baku teknologi nano seperti pasir silika, batu gamping, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain.

Menurutnya pengembangan teknologi nano bagi industri sangat bermanfaat untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi industri. Ia mencontohkan pengembangan teknologi nano di industri bisa diterapkan dalam pembuatan tekstil katun anti air, plat baja ringan, bahan anti peluru ringan dan lain-lain.

“Karena ada rekayasa partikel maka bahan seperti katun yang menyerap air, bisa dibentuk jadi anti air. Ini yang membuat nilai tambah,” ucapnya.

Comments are closed.