06 Jul 2009
WTMF 2010 AJANG BELAJAR INDUSTRI KERAMIK NASIONAL
Jakarta, 2/7 (ANTARA) – Forum Pembuat Keramik Dunia (WTMF) yang akan diselenggarakan pada 2010 diharapkan dapat dijadikan sebagai ajang belajar oleh industri keramik nasional dalam mengelola dan membangun industri keramik lokal.
Forum itu juga bisa dijadikan perpaduan antara dunia akademik dan bisnis untuk bersama mendidik dan membangun industri keramik Indonesia melalui praktek pengalaman dunia yang terbaik, kata Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Achmad Widjaya di Jakarta, Kamis.
“Industri keramik sampai hari ini masih asli tidak diakuisisi oleh asing seperti perbankan, semen, tekstil dan sebagainya,” katanya di sela-sela kompetisi bisnis dan “marketing” untuk industri keramik 2009.
Achmad mengatakan, melalui ajang tersebut ia berharap industri dalam negeri dapat mengelola dan menyongsong produk lokal sembari belajar dari pengalaman dunia yang dapat diterapkan di Indonesia.
Di tengah krisis global yang berdampak terhadap segala jenis industri termasuk keramik, industri menjadi kehabisan energi sehingga perlu menciptakan inovasi.
Namun riset dan penelitian membutuhkan biaya yang tidak sedikit oleh karena itu industri mengajak dunia akademisi yaitu para mahasiswa untuk memberikan ide asli.
Lima mahasiswa Universitas Parahyangan yang berhasil menjadi pemenang pertama kompetisi tersebut menjadi wakil Indonesia dalam ajang World Tile Manufacturer Forum (WTMF) 2010 yang akan diselenggarakan di Bali pada kuartal kedua.
“Namun jika banyak permintaan untuk mengadakan kunjungan ke pabrik mungkin akan dipindahkan ke Jakarta,” katanya.
Beberapa negara yang akan turut serta adalah Amerika Serikat, Meksiko, Jepang, Korea dan negara Eropa seperti Inggris, Spanyol, Italia dan Prancis.
Kompetisi ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian pameran Indobuildtech kedelapan yang diadakan di Jakarta Convention Center pada 1-5 Juli.
Pameran yang menampilkan teknologi terbaru dan produk bahan bangunan tersebut diikuti sekitar 175 perusahaan yang bergerak di bidang bangunan dengan target sekitar 50 ribu pengunjung dalam lima hari penyelenggaraan.

