Berita Internasional

28 Nov 2009

World ceramic tile makers issue ‘green declaration’

(CNA) Representatives of major ceramic tile manufacturing countries from around the world issued a “green declaration” in Taipei Thursday, vowing to uphold global environmental protection causes and reduce greenhouse gas emissions during their production processes.

The 16th session of the World Ceramic Tiles Manufacturers’ Forum, which opened a day earlier and will run through Nov. 7, has brought more than 50 delegates from the United States, Japan, Germany, Italy, Spain, China, Ukraine, India and Indonesia to Taiwan to attend the forum.

The participants are focusing their discussions on how to design and promote “green” ceramic tiles that conform with the global trend of environmental protection but that also contribute to profit for the makers and help provide excellent home environments, according to the forum organizers.

The worldwide production value of ceramic tiles totals between US$80 billion and US$100 billion per year, with China, Italy, Spain, India, Turkey, Brazil and Mexico the major manufacturing countries.

Taiwan-made ceramic tiles, despite their relatively much smaller production volume — averaging about US$400 million per year — have gradually heightened their world status with increasingly improved quality and designs, the organizers said.

Despite the fact that ceramic tiles are one of the most important ingredients of interior design, the industry lacks universal standards of quality and specifications for manufacturers to follow.

The forum therefore serves as a platform on which manufacturers from around the world can exchange views on world trends, sales experiences and consumers’ needs, the organizers said.

Berita Special

28 Nov 2009

Tahun Derita untuk Pengekspor Keramik

(Businessreview) – Tahun ini menjadi tahun yang berat bagi para bagi para produsen keramik dalam negeri. Nilai ekspor keramik nasional selama Januari-September 2009 hanya mencapai sekitar US$ 25 juta. Angka ini merosot 75% bila dibandingkan ekspor pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$100 juta. Penurunan terbesar terjadi pada ekspor produk keramik ubin.

Penurunan ekspor itu terjadi karena pembeli dari negara-negara maju yang menjadi tujuan ekspor utama, seperti Amerika, Eropa, dan Australia, mengerem pembelian. Sebab, tak jauh berbeda dengan kondisi ekonomi mereka, kondisi sektor properti di negara-negara itu belum pulih.

“Sekarang ekspor tidak ada aturan, saat mereka butuh, mereka beli. Tidak terjadwal seperti dulu dan volumenya pun terus turun,” kata Ketua Umum Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki) Achmad Widjaja

Menurut Widjaja, sekarang, para produsen keramik nyaris tak pernah mengantongi lagi kontrak-kontrak jangka panjang. Misalnya untuk masa enam bulan. Padahal, kontrak jangka panjang ini membantu produsen keramik merencanakan produksi secara matang. Soalnya, mereka memiliki detail volume, jenis, ukuran, hingga warna keramik yang diinginkan pembeli.

Menghadapi kondisi ini, menurut Widjaja, produsen hanya bisa pasrah. Apalagi, permintaan ekspor tidak lagi dapat diprediksi. Sejatinya, tren penurunan ekspor keramik ini sudah mulai terasa sejak tahun lalu. Tahun lalu, Asaki menargetkan ekspor US$ 300 juta. Namun realisasi ekspor sepanjang 2008 ternyata hanya US$ 274,8 juta. Penyebabnya, krisis ekonomi membuat permintaan ekspor pada kuartal IV-2008 melemah. “Tahun ini ternyata kondisinya lebih buruk lagi,” lanjut Widjaja.

Kini, posisi produsen makin sulit. Soalnya, keramik untuk ekspor tidak bisa begitu saja dijual di pasar lokal. “Spesifikasinya sangat berbeda,” kata Widjaja. Misalnya saja, keramik ekspor ukurannya lebih besar. Begitu pula warnanya. Alhasil, mau tidak mau, produsen memangkas kapasitas produksi mereka.

Sekarang ini, tingkat utilisasi kapasitas produksi pabrik keramik nasional hanya sekitar 75%, turun dari angka sebelumnya yang mendekati 100%. Artinya, mereka hanya memproduksi 247,5 juga pieces dari kapasitas terpasang 330 juta pieces per tahun.

“Sekarang kami fokus ke pasar domestik,” tambahnya. Penjualan keramik di dalam negeri sudah mencapai Rp 8 triliun selama periode Januari sampai Agustus lalu.

Toh, Departemen Perindustrian (Depperin) menilai, penurunan ekspor itu wajar. Tony Tonduk, Direktur Industri Kimia Hilir Depperin bilang, penurunan tersebut sudah diprediksi. “Kita juga prediksi turun tapi hingga akhir tahun paling hanya 5%-10% dari 2008,” katanya. (Cory)

Berita Utama

25 Nov 2009

Industri Minta PGN jangan Buang Badan

Safiun,Indonesian Rubber Glove Manufacturing, Michael Baskoro (COO PT.Perusahaan Gas Negara (Persero),Tbk, Achmad Widjaja, ASAKI

Safiun (Indonesian Rubber Glove Manufacturing), Michael Baskoro (COO PT.Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk), Achmad Widjaja (ASAKI)

JAKARTA–MI:Kalangan produsen pengguna gas kecewa dengan sikap PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang sangat tidak responsif menjawab keluhan mereka. Mereka meminta PGN jangan buang badan soal jaminan pasokan gas yang seharusnya menjadi wilayah PGN. (more…)

Berita Internasional

22 Nov 2009

Wapres Kunjungi Industri Keramik Deruta

PERUGIA, – Wakil Presiden Boediono bersama rombongan, Kamis (19/11) pagi waktu setempat, mengunjungi pusat kerajinan keramik Deruta, Perugia, Italia.

Kota Perugia berjarak sekitar 100 kilometer atau dua jam perjalanan dari pusat kota Roma. Deruta sendiri merupakan salah satu dari 96 distrik Italia sebagai sentra industri keramik di Italia. Deruta juga dikenal sebagai kota industri keramik tua yang berusia 800 tahun lampau atau tahun 1282.

Boediono yang juga ditemani oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Irawan Wiryawan serta staf khusus lainnya, disambut oleh Wali Kota Deruta Alvaro Verbena dan pemilik salah satu home industry Maiolche Originali Deruta Ivan dan Grazia.

Boediono sempat disambut dengan iringan lagu Indonesia Raya dari sebuah rekaman saat naik ke lantai dua galeri pusat kerajinan keramik Maioliche Originali Deruta.

Setelah mendengarkan paparan dan disuguhi roti dan penganan khas Italia, Boediono diajak berkeliling untuk melihat dari  dekat cara pembuatan dan pemberian gambar dan motif keramik.

Berita Properti

18 Nov 2009

TILE FASHION SEMINAR (Conjunction with Tile Fashion Latest & Trend Technology Seminar-Exhibition in 19 – 20 Nov 09)

TILE FASHION SEMINAR (Conjunction with Tile Fashion Latest & Trend Technology Seminar-Exhibition in 19 – 20 Nov 09)

Date : 19/11/2009 - 19/11/2009 Venue : Jl. Industri Selatan 3 Blok GG No. 3-A, Jababeka II, Cikarang Bekasi 17550

Tile Fashion Seminar

Tile Fashion Seminar