Berita Utama

25 Nov 2009

Industri Minta PGN jangan Buang Badan

Safiun,Indonesian Rubber Glove Manufacturing, Michael Baskoro (COO PT.Perusahaan Gas Negara (Persero),Tbk, Achmad Widjaja, ASAKI

Safiun (Indonesian Rubber Glove Manufacturing), Michael Baskoro (COO PT.Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk), Achmad Widjaja (ASAKI)

JAKARTA–MI:Kalangan produsen pengguna gas kecewa dengan sikap PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang sangat tidak responsif menjawab keluhan mereka. Mereka meminta PGN jangan buang badan soal jaminan pasokan gas yang seharusnya menjadi wilayah PGN.

Hal ini terkait dengan adanya ancaman berkurangnya pasokan gas di 2010. Ada dua isu yang yang menjadi penyebab defisit suplai gas itu. Pertama, dipakai oleh PT perusahaan Listrik Negara (PLN). Kedua gas akan diekspor ke Singapura.

“Untuk kepastian gas, kami sudah coba berkomunikasi dengan PGN. Tapi PGN malah melempar kembali ke pihak ketiga yaitu pemerintah. Kami jadi bingung, sebetulnya pemerintah itu siapa sih? Dirjen Migas, BP Migas, Menteri ESDM, Menteri BUMN atau Menteri Keuangan?” ujar Ketua Umum Asosiasi Industri Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Achmad Widjaja, di Jakarta, Rabu (25/11).

Menurutnya, ini menjadi kontraproduktif di saat pemerintah berniat menggenjot pertumbuhan industri hingga level 4,65% tahun depan. Seharusnya, PGN sebagai operator yang ditunjuk dapat segera memberikan jawaban yang memuaskan industri selaku konsumen pengguna.

Selain keramik, sektor industri yang kerap melontarkan kekurangan gas adalah pupuk dan sarung tangan karet.(Zhi/OL-06)

Sumber: Media Indonesia Mobile

Comments are closed.