Berita Informasi Teknologi

10 Jan 2010

Industri Keramik Dikembangkan untuk Saingi Produk Cina

TEMPO Interaktif, Jakarta - Industri keramik saat ini menjadi konsentrasi pemerintah untuk meningkatkan daya saing dengan produk Cina terkait Free Trade Agreement ASEAN-Cina yang mulai berlaku 1 Januari 2010.

“Industri keramik sekarang sedang coba kami kembangkan. Seperti industri keramik di Bali, Yogyakarta, dan Lombok,” kata Deputi Bidang Pengkajian Usaha Kecil Menengah Kementerian Negara Koperasi, I Wayan Dipta, Sabtu (9/1).

Dalam pantauan Tempo beberapa waktu lalu, pedagang keramik di Pasar Asemka saat ini lebih banyak menjual keramik lokal karena keramik dari Cina harganya mahal.

Wayan menambahkan inilah pasar keramik sedang coba ditembus. Namun harus ada perbaikan kualitas supaya bisa bersaing. “Sudah ada pelatihan khusus kepada pengrajin keramik. Memang masalah kita ada pada desain dan kualitas,” kata dia.

Ada indikasi keramik Indonesia bakal dijadikan warisan budaya Indonesia seperti batik. Namun sebelumnya masyarakat harus menumbuhkan jiwa nasionalismenya terhadap keramik lokal.

Berita Special

10 Jan 2010

Komoditi dan Keramik Bisa Ekspansi, Garmen Tertekan

INILAH.COM, Jakarta – Menghadapi FTA-China ada beberapa kelompok industri yang berpeluang ekspansi ke luar, tetapi ada pula kelompok industri yang ekstra keras supaya bisa bertahan.

“Semua jenis produk komoditi pertanian seperti CPO, Karet, Kakao sangat berpeluang untuk lakukan ekspansi. Namun, perlu mengupayakan temuan nilai tambah produk,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Frangky Sabarani di Jakarta, Sabtu (9/1).

Selain komoditi pertanian produk Makanan dan minuman, produk keramik sangat berpeluang menjangkau pasar Asean dan China. “Peluang ekspor keramik ke China sangat tinggi. Hanya saja justruk produksi dalam negerinya yang kurang,” kata Frangky.

Pada kesempatan yang sama Deputy Bidang Kajian UKMK, Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengatakan salah fokus program pemerintah hadapi FTA-China adalah pengembangan industri keramik dalam negeri.

Pemerintah tengah fokus pada pengembangan industrik keramik dalam negeri mengingat peluang pasarnya sangat terbuka, terutama di luar negeri, seperti China,” katanya.

Lanjutnya, dalam upaya mengembangkan industri keramik dalam negeri pemerintah sudah menetapkan beberapa daerah pengembangan industri keramik diantaranya, industri keramik di Jogya, Balipejaten, Bayu Mulet di Lombok.

“Problem yang dialami industri keramik kita adalah soal kualitas, desain serta upaya promosi. Sebenarnya di Lombok mereka sudah punya tempat promosi sendiri tetapi karena kurangnya wisatawan yang datang akibat dari lemahnya koordinasi makanya jadi iddle. Kedepannya, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas da desain serta membantu upaya promosi,” jelasnya.

Sementara dari sekian produk yang ada produk garmen dikhawatirkan menjadi sangat tertekan. Serbuan garmen dari china bakal menyebabkan persaingan dengan garmen dalam negeri sangat tertantang.

Misalnya tambah I Wayan, untuk harga satu meter kain sutra di pasar tanah Abang, Jakarta Pusat, Sutra impor dari China bisa Rp25 ribu per meter, sementara harga produk lokal bisa mencapai Rp50 ribu per meter. [san/cms]

Berita Properti

05 Jan 2010

Pertumbuhan Industri 2010 Ditargetkan 4,65%

INILAH.COM, Jakarta – Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pada 2010, pemerintah akan menargetkan pertumbuhan sektor industri secara keseluruhan mencapai 4,65%.

”Pada 2010, pemerintah menargetkan pertumbuhan sektor industri capai 4,65%,” kata Menko Perekonomian di Jakarta, Senin (4/1).

Dia melanjutkan, adapun rincian pertumbuhan tersebut antara lain, industri makanan, minuman dan tembakau mencapai 6,64%, tekstil, barang kulit, dan alas kaki mencapai 2,15%, barang kayu dan hasil hutan lainnya mencapai 1,75%.

Industri kertas dan barang cetakan diprediksi akan tumbuh sekitar 4,20%, pupuk, kimia dan barang dari karet akan tumbuh 5.00%, Semen dan bahan galian non logam tumbuh sekitar 3,25%.

Lanjutnya, untuk mencapai sasaran pengembangan sektor industri tersebut, rencananya prioritas yang akan dilaksanakan pada 2010 antara lain memprioritaskan program revitalisasi industri dalam rangka percepatan pemulihan kinerja industri. [san/cms]

Berita Properti

05 Jan 2010

Investasi 2010 Diprediksikan Tumbuh 15%

INILAH.COM, Jakarta – Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa memprediksi, laju pertumbuhan investasi 2010 dipastikan akan lebih bagus dari 2009. Peningkatannya diprediksikan mencapai 15%.

“Pertumbuhan investasi 2010 diprediksikan akan lebih bagus dari pencapaian 2009. Prediksi peningkatan investasi 2010 dilihat dari membaiknya ekonomi dunia,”kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Senin (4/1).

Dia melanjutkan, untuk mendukung peningkatkan investasi 2010, pemerintah akan menerapkan beberapa terobosan penting diantaranya menerapkan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) di bidang penanaman modal baik di pusat maupun di daerah, ada pula upaya penyederhanaan sistem perizinan yang dapat diselesaikan dalam satu hari kerja.

”Pada 2010 pemerintah akan mempercepat perizinan penanaman modal yang penerapan pendaftaran penanaman modal yang diselesaikan dalam 1 hari kerja dan mempercepat semua proses perizinan yang terkait dari di dalam starting a business 60 hari kerja menjadi 17 hari kerja,” katanya.

Lanjutnya, selain menyempurnakan sistem perizinan di dalam negeri, pemerintah akan terus gencar melakukan upaya promosi yang lebih insentif. [san/cms]