Berita Properti

12 Feb 2010

INDUSTRI Keramik bertemu Wapres

Jakarta, 11/2 (ANTARA) – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (AAIKI), meminta tambahan pasokan gas guna memenuhi kebutuhan industri keramik di Indonesia.

“Saat ini kapasitas produksi kita hanya 75 persen karena kurangnya pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN),” kata Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Ahmad Widjaja usai bertemu Wapres Boediono di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut Ahmad Widjaja menjelaskan saat ini dengan kapasistas produksi hanya mencapai 75 persen tersebut mendapatkan pasokan gas sebesar 55 juta mmbtu /bulan.

Ia menjelaskan selama ini industri keramik menyumbangkan pendapatan negara hingga mencapai Rp18 triliun.

Sementara agar kapasitas produksi bisa mencapai penuh 100 persen maka diperlukan tambahan gas sebesar 13 juta mmbtu.

“Untuk industri keramik masalah gas ini mencapai hingga 30 persen,” katanya.

Ahmad Widjaja menyayangkan jika pemerintah tidak bisa memenuhi kebutuhan gas industri keramik. Sampai saat ini industri keramik mempekerjakan lebih dari 400.000 tenaga kerja.

“Industri keramik ini satu-satunya yang tak ada masalah dengan diberlakukannya ACFTA,” katanya.

Widjaja juga menjelaskan bahwa industri keramik sampai saat ini masih murni belum ada investor asing. Karena itu tambahnya pemerintah harus mendukung agar bisa berkembang dan menjadi industri andalan.

Ia mengatakan, kendala utama untuk industri keramik hanya soal pasokan gas. Sementara untuk bahan baku, tenaga kerja, transportasi dan juga pasar tidak ada masalah.

Menurut Widjaja soal pasokan gas, masalahnya hanya karena koordinasi antar instansi pemerintah yang belum baik.

“Masalahnya (soal gas ini) integrasi pemerintah itu belum jelas, belum ada audit energi,” kata Widjaja.

PASOKAN GAS


Comments are closed.