01 Apr 2010
April 2010, harga keramik naik 8%-10%

(dok. kabarbisnis.com)
SURABAYA, kabarbisnis.com: Para pelaku usaha industri keramik akan menaikkan harga sekitar 8%-10% mulai April 2010. Kenaikan ini bukan akibat dari adanya revisi harga gas yang dipastikan naik sekitar 10%-15% per April, akan tetapi kenaikan ini adalah kenaikan normal per tahun.
“Memang akan ada kenaikan harga keramik sekitar 8%-10% di Juni mkendatang. Akan tetapi ini bukan disebabkan oleh keniakanharga gas. Ini adalah kenaikan normal per tahun hasil dari pengembangan dan penelitian,” ujar Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Achmad Widjaya saat ditemui kabarbisnis.com di Surabaya, Kamis Malam (31/3/2010).
Menurut Widjaya, kenaikan gas hanyalah permasalahan sekunder bagi industri keramik. Sebab, pemakaian gas oleh para pelaku industri keramik rata-rata menyumbang 30% dari total biaya produksi. Sementara 28% disumbang oleh upah minimum kabupaten/kota (UMK), dan 15% oleh energi listrik, dan sisanya menyebar ke biaya lain.
“Selain itu, perkembangan pasar keramik juga tidak stagnan, selalu ada peningkatan kualitas produk yang diinginkan. Untuk itulah harus ada penyesuaian harga tiap tahun,” lanjutnya.
Meski dipastikan akan ada kenaikan, ia yakin kenaikan ini tidak akan berpengaruh pada pasar. Ini dipicu kesadaran konsumen yang selama ini menyerap sejumlah produk keramiknya. Mereka memahami jika setiap April harga keramik rutin mengalami kenaikan.
“Revisi harga ini menjadi kewajiban tahunan untuk mengantisipasi gejolak ekonomi. Meskipun tidak ada kenaikan harga gas,” katanya.
Mengenai pasar produk keramik, ia menyebutkan, selama ini sekitar 94 persen domestik dan 6 persen mancanegara.
Sementara itu, tambah dia, di pasar domestik di antaranya 75 persen didominasi Indonesia bagian Barat seperti Jawa Barat dan sebagian wilayah di Sumatera. 25% sisanya diIndonesia bagian Timur, diantaranya Jawa Timur. kbc6
sumber: http://www.kabarbisnis.com
