06 Apr 2010
Keramik Impor Bukan Ancaman
SURABAYA – Warta Indonesia : Industri keramik dalam negeri tidak terpengaruh diberlakukannya ACFTA yang dimulai awal tahun ini. Pasalnya, kekhawatiran akan serbuan keramik impor China belum menjadi ancaman serius, hal ini dikarenakan keramik impor hanya bermain di jenis keramik poles.
Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Achmad Widjaya menegaskan pasar keramik dalam negeri saat ini masih didominasi jenis keramik glazuur. “Sedangkan keramik jenis ini berbahan dasar lempung dan hanya diproduksi oleh industri keramik nasional,” tukasnya kepada Warta Indonesia di Surabaya, Senin (5/4).
Bahkan menurut Widjaya, keramik jenis poles hanya diproduksi oleh negara China dan Vietnam. Itupun hanya 10% dari pasar keramik nasional.
Ditambahkan Widjaya, potensi pertumbuhan industri keramik di Indoensia saat ini memang masih sangat besar. Sebab, pemakaian keramik per meter per kapita masyarakat masih sangat kecil, hanya sekitar 1,1 meter persegi. “Di Vietnam sendiri yang dulunya sama dengan Indonesia saat ini pemakaian keramik per meter per kapita sudah mencapai 3 meter persegi,” imbuhnya. (ciq)
sumber: http://warta-indonesia.com
