Berita Properti

20 Dec 2011

Pasar Keramik Bisa Capai Rp20 Triliun

JAKARTA – Pasar keramik nasional pada tahun depan diperkirakan bisa mencapai Rp20 triliun. Angka itu mengalami kenaikan dari tahun ini yang sebesar Rp17 triliun dan realisasi 2010 Rp14,7 triliun. Pasar keramik pada tahun depan bisa mengalami kenaikan apabila pemerintah bisa menjamin adanya pasokan gas bagi sektor keramik serta memperbaiki kondisi infrastruktur yang hingga saat ini masih menjadi kendala.

“Untuk penjualan domestik di tahun 2012, prediksi kami bisa mencapai Rp20 triliun. Tapi itu semua tergantung dari kebijakan pemerintah. Kalau tidak ada jaminan pasokan gas tentu saja target tersebut tidak akan tercapai,” kata Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Achmad Widjaya di Jakarta, Selasa (13/12/2011).

Achmad menjelaskan, berbeda dengan pasar di dalam negeri yang semakin membaik, ekspor malah mengalami penurunan sejak tiga tahun terakhir.

“Sekarang kita tidak lagi berharap pada pasar ekspor. Sejak tiga tahun terakhir permintaan ekspor tidak bergeming. Bisa ekspor 10 persen dari total produksi saja kita sudah sangat bersyukur. Jadi orientasi kita saat ini adalah memperkuat penjualan di pasar domestik saja,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini kendala yang dihadapi oleh para pelaku industri keramik nasional bukan lagi persaingan dengan produk-produk keramik impor asal China, namun pasokan gas.

“Untuk keramik China harganya sudah mahal. Konsumen pasti pilih produk lokal. Tapi yang jadi masalah saat ini, kita justru kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar domestik karena tidak ada jaminan pasokan gas dari pemerintah,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, produksi keramik nasional adalah sebesar 243 juta meter persegi per tahun. Sedangkan untuk utilisasinya adalah 85 persen. Untuk tahun depan, kata dia, produksi bisa naik menjadi 250 juta meter persegi dan utilisasi hampir sama dengan tahun ini. Peningkatan itu bisa tercapai apabila ada jaminan pasokan gas.

Comments are closed.