<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ASAKI</title>
	<atom:link href="http://asaki.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asaki.or.id</link>
	<description>Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Mar 2012 11:44:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>Alokasi Gas Diminta Utamakan Industri</title>
		<link>http://asaki.or.id/2012/03/alokasi-gas-diminta-utamakan-industri/</link>
		<comments>http://asaki.or.id/2012/03/alokasi-gas-diminta-utamakan-industri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 11:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asaki.or.id/?p=1083</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA : Kementerian Perindustrian mengusulkan revisi Peraturan Menteri ESDM No. 3/2010 sebagai realisasi komitmen memprioritaskan alokasi gas bagi kebutuhan industri domestik. Dirjen Basis Industri Manufaktur Kemenperin Panggah Susanto mengatakan aturan tersebut harus di ubah agar kebutuhan gas bagi industri manufaktur bisa dipenuhi. Menurutnya, Permen ESDM No.3/2010 tentang Alokasi Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>JAKARTA : Kementerian Perindustrian mengusulkan revisi Peraturan Menteri ESDM No. 3/2010 sebagai realisasi komitmen memprioritaskan alokasi gas bagi kebutuhan industri domestik.</div>
<div></div>
<div>Dirjen Basis Industri Manufaktur Kemenperin Panggah Susanto mengatakan aturan tersebut harus di ubah agar kebutuhan gas bagi industri manufaktur bisa dipenuhi.</div>
<div></div>
<div>Menurutnya, Permen ESDM No.3/2010 tentang Alokasi Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri itu masih menempatkan industri manufaktur posisi terakhir.</div>
<div></div>
<div>Di atas industri manufaktur, prioritas alokasi gas bumi diberikan kepada peningkatan produksi minyak dan gas bumi, kebutuhan energi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan industri pupuk.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Karena urutan prioritas itu, tahun ini kuota bagi industri justru lebih ke cil dari 2011. Padahal kebutuhan in dustri terus meningkat,&#8221; kata Panggah kemarin.</div>
<div></div>
<div>Kemenperin memperkirakan tahun ini industri pengolahan nonmigas membutuhkan 2.873 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) untuk</div>
<div>bahan baku dan sumber energi.</div>
<div></div>
<div>Panggah mengatakan alokasi gas bagi industri pada 2012 hanya 1.400 MMscfd atau kurang dari setengah kebutuhan nominal industri manufaktur selain pupuk.</div>
<div></div>
<div>Di sisi lain, tuturnya, alokasi gas bagi PLN naik dua kali lipat dari 700 MMscfd pada 2011 menjadi hampir 1.500 MMscfd pada tahun ini. &#8220;Padahal PLN memiliki banyak alternatif energi lain, tidak seperti industri yang pilihannya lebih terbatas,&#8221; kata Panggah.</div>
<div></div>
<div>Sekjen Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Achmad Widjaya mengatakan melonjaknya alokasi gas bagi PLN tidak sejalan dengan janji Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk mengalihkan alokasi gas PLN untuk industri.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Menteri BUMN bilang PLN wajib turunkan pemakaian gas lalu gunakan sumber lain, seperti batu bara dan panas bumi. Realisasinya malah sebaliknya,&#8221; kata Achmad.</div>
<div></div>
<div>Dia mengharapkan industri ditempatkan sebagai prioritas kedua se telah industri pupuk, di atas pe menuhan kebutuhan bagi peningkatan produksi minyak dan gas bumi serta kebutuhan PLN.</div>
<div></div>
<div>Achman menjelaskan pelaku in dustri telah menyepakati urutan prioritas alokasi gas bagi sektor industri manufaktur berdasarkan ketergantungan pada bahan bakar itu.</div>
<div></div>
<div>Industri yang telah melakukan pemipaan dan tidak memiliki alternatif, jelasnya, siap membayar gas dalam ting kat harga setinggi mungkin selama masih dalam skala ekonomi. Kelompok ini terdiri dari industri keramik, baja, gelas kaca, kaca lembaran, dan sarung tangan.</div>
<div></div>
<div>Adapun bagi industri yang belum melakukan pemipaan, seperti tekstil, karet, dan makanan, diusulkan mendapat subsidi untuk persediaan energi dalam bentuk compressed natural gas.</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asaki.or.id/2012/03/alokasi-gas-diminta-utamakan-industri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>$8.5b projects prepared to support gas supply</title>
		<link>http://asaki.or.id/2012/01/8-5b-projects-prepared-to-support-gas-supply/</link>
		<comments>http://asaki.or.id/2012/01/8-5b-projects-prepared-to-support-gas-supply/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 04:02:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asaki.or.id/?p=1081</guid>
		<description><![CDATA[To boost the utilization of natural gas for domestic purposes, the government has prepared nine gas infrastructure projects with a total investment value of Rp 77.93 trillion US$8.5 billion. The projects, which are included in the work plan of downstream oil and gas regulator BPH Migas, are estimated to be completed in six years, says [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>To boost the utilization of natural gas for domestic purposes, the  government has prepared nine gas infrastructure projects with a total  investment value of Rp 77.93 trillion US$8.5 billion.</p>
<p>The  projects, which are included in the work plan of downstream oil and gas  regulator BPH Migas, are estimated to be completed in six years, says  BPH Migas committee member A. Qoyum Tjandranegara.</p>
<p>“Gas exports  have long caused severe losses for the country. We export a cheap energy  source while we import the expensive one [oil-based fuel] in exchange,”  he told House of Representatives Commission VII in Jakarta on  Wednesday.</p>
<p>Indonesia’s gas is exported to China and Korea for  $3.88 per million British thermal unit (mmbtu), while the country’s  industries have found difficulty in accessing the gas although they were  willing to pay up to $7 per mmbtu, he continued.</p>
<p>Upstream oil  and gas regulator BPMigas’s cites the 2011 natural gas supply contract  as saying that 4,366 mmscfd, or 56.78 percent of the total sales of  7,688 mmscfd, would go to the domestic market with the remaining 43.22  percent, or about 3,322 mmscfd, earmarked for exports.</p>
<p>In 2010,  the gas sold in the domestic market totaled 4,342.7 mmscfd, which was  about 50.18 percent of the total sales of 8,654.29 mmscfd.</p>
<p>Qoyum  said boosting the utilization of gas for domestic purposes was even  tougher because the government did not provide subsidy for gas. Many  other countries, except developed countries, provide a gas subsidy.</p>
<p>“The  utilization of gas in the transportation sector has also declined. In  1984, we had 18 gas stations, now there are only 12,” he reported.</p>
<p>“If  you ask the government why the gas isn’t utilized for domestic  purposes, the answer is normative: Because the country lacks the  infrastructure [to store and transport the gas],” he added.</p>
<p>In a  bid to solve that problem, the government has introduced the nine  projects. The projects are the Natuna-West Java pipeline, which can  transport 1,200 million standard cubic feet per day (mmscfd) of gas; the  East Kalimantan-East Java pipeline, which has a capacity of 900 mmscfd;  the Cirebon-Semarang pipeline, whose capacity is 400 mmscfd; the South  Sumatera-West Java (SSWJ) I and II compressor expansion with capacity  1,100 mmscfd; and Train 3 at the Tangguh liquefied natural gas (LNG)  plant in Papua with a capacity of 534 mmscfd.</p>
<p>The remaining four  projects are the floating storage and re-gasification unit (FSRU) in  Belawan, North Sumatera; FSRU in Jakarta Bay, West Java; FSRU in Central  Java; and compressed natural gas (CNG) trucks, mother and daughter  stations.</p>
<p>There are also four additional projects: The  Semarang-Surabaya pipeline, the SSWJ III pipeline, an LNG plant in  Maluku and an LNG plant in Sulawesi. However, BPH Migas’s data does not  reveal the investment value of those projects.</p>
<p>Indonesia’s gas users have called on the government to increase gas supply for them.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asaki.or.id/2012/01/8-5b-projects-prepared-to-support-gas-supply/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Industri Domestik Dapat Subsidi Gas Rp40 Triliun per Tahun</title>
		<link>http://asaki.or.id/2012/01/industri-domestik-dapat-subsidi-gas-rp40-triliun-per-tahun/</link>
		<comments>http://asaki.or.id/2012/01/industri-domestik-dapat-subsidi-gas-rp40-triliun-per-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 03:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asaki.or.id/?p=1077</guid>
		<description><![CDATA[Harga jual rata-rata gas untuk domestik tercatat 60% lebih rendah dibandingkan harga jual rata-rata untuk gas ekspor. Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradnyana mengungkapkan harga jual rata-rata gas untuk domestik dalam kurun waktu 2009-2011 tercatat hanya sebesar US$4-US$4,5 per juta British themal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harga jual rata-rata gas untuk domestik tercatat 60% lebih rendah dibandingkan harga jual rata-rata untuk gas ekspor.</p>
<p>Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas Badan Pelaksana  Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradnyana  mengungkapkan harga jual rata-rata gas untuk domestik dalam kurun waktu  2009-2011 tercatat hanya sebesar US$4-US$4,5 per juta British themal  unit (mmbtu).</p>
<p>Sementara, harga jual rata-rata ekspor melalui pipa dan  pengiriman kargo gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) pada periode  yang sama mencapai US$10-US$11 per mmbtu.</p>
<p>&#8220;Jadi jika dibandingkan dari selisih harga jual rata-rata gas  ekspor yang lebih tinggi dari harga jual rata-rata gas domestik,  sebenarnya kita telah memberikan ‘subsidi’ kepada industri domestik  sebesar Rp40 triliun per tahun. Atau dengan kata lain, industri domestik  telah mendapatkan subsidi sebesar Rp120 triliun dari harga jual gas  yang murah tersebut,” ujar Gde, seperti dikutip dari situs BP Migas,  Selasa (24/1).</p>
<p>Menurut dia, harga gas domestik yg sangat murah seringkali  membuat KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) enggan untuk mengembangkan  lapangan gasnya untuk memenuhi pasar domestik. Hal tersebut tentu  berpotensi mengancam kontinuitas ketersediaan gas untuk kebutuhan  industri dalam negeri.</p>
<p>Akibatnya, dalam jangka panjang harga gas yang sangat murah justru dapat merugikan industri dan konsumen gas dalam negeri.</p>
<p>Dirinya mencontohkan rata-rata harga gas pipa domestik dari  tahun 2009-2011 berkisar antara 40-50% dari harga gas pipa ekspor.  Bahkan, harga gas ke PGN berada di bawah harga rata-rata nasional yang  sebesar US$5,17 per mmbtu.</p>
<p>Pasokan gas COPI (ConocoPhilips) ke PGN hingga saat ini hanya  dihargai US$1,8 per mmbtu. Sementara harga rata-rata gas pipa ekspor  tahun 2011 berada di kisaran US$13–US$14 per mmbtu. Sementara harga  rata-rata ekspor LNG tahun lalu berkisar US$12–US$13 per mmbtu.</p>
<p>&#8220;Jadi jika dibandingkan, sebenarnya penjualan gas ke domestik  sangat jauh di bawah harga gas internasional. Hitungan kita, rata-rata  kita &#8216;menyubsidi&#8217; harga gas domestik sekitar Rp40 triliun per tahun,”  katanya. (*/OL-10)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asaki.or.id/2012/01/industri-domestik-dapat-subsidi-gas-rp40-triliun-per-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akibat Demo Buruh, Perusahaan Keramik Merugi Rp3,71 miliar</title>
		<link>http://asaki.or.id/2012/01/akibat-demo-buruh-perusahaan-keramik-merugi-rp371-miliar/</link>
		<comments>http://asaki.or.id/2012/01/akibat-demo-buruh-perusahaan-keramik-merugi-rp371-miliar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 03:52:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asaki.or.id/?p=1075</guid>
		<description><![CDATA[Unjuk rasa ribuan buruh yang terjadi di kawasan industri Cibitung Bekasi, Jawa Barat menyebabkan kerugian berbagai sektor industri. Misalnya, kerugian akibat terhambatnya produksi untuk lima industri keramik besar di kawasan tersebut mencapai Rp3,71 miliar. Ada lima pabrik keramik besar di sana seperti Mulia Keramik dan KIA Indonesia dengan total kapasitas produksi mencapai 450.000 meter persegi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Unjuk rasa ribuan buruh yang terjadi di kawasan industri Cibitung  Bekasi, Jawa Barat menyebabkan kerugian berbagai sektor industri.</p>
<p>Misalnya, kerugian akibat terhambatnya produksi untuk lima industri keramik besar di kawasan tersebut mencapai Rp3,71 miliar.</p>
<p>Ada lima pabrik keramik besar di sana seperti Mulia Keramik dan KIA  Indonesia dengan total kapasitas produksi mencapai 450.000 meter  persegi. Harga jual keramik sekitar Rp33 ribu per meter persegi. Mereka  berproduksi selama 24 jam sehari.</p>
<p>&#8220;Demonstrasi buruh itu membuat kegiatan produksi terhenti selama 6  jam,&#8221; ujar Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Achmad  Widjaya kepada <em>Media Indonesia</em>, Jumat (27/1).</p>
<p>Berdasarkan data tersebut, imbuhnya setiap hari produksi keramik  dari Cibitung bernilai Rp618,7 juta per jam atau Rp14,85 miliar per  hari. &#8220;Jadi kerugian selama 6 jam tidak berproduksi sekitar Rp3.712.500.000,&#8221; paparnya. (OL-11)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asaki.or.id/2012/01/akibat-demo-buruh-perusahaan-keramik-merugi-rp371-miliar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maleo shutdown cuts gas supply to PGN</title>
		<link>http://asaki.or.id/2011/12/maleo-shutdown-cuts-gas-supply-to-pgn/</link>
		<comments>http://asaki.or.id/2011/12/maleo-shutdown-cuts-gas-supply-to-pgn/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 09:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asaki.or.id/?p=1073</guid>
		<description><![CDATA[State gas distributor PT PGN said Friday that the gas supply from the Maleo field in East Java, operated by Australia-based Santos, will temporarily be stopped in December for maintenance activities. The company’s spokeswoman Nella Andaryati reported that the shutdown at the Maleo field would be conducted in two phases: the first phase would take [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>State gas distributor PT PGN said Friday that the gas supply from the  Maleo field in East Java, operated by Australia-based Santos, will  temporarily be stopped in December for maintenance activities.</p>
<p>The  company’s spokeswoman Nella Andaryati reported that the shutdown at the  Maleo field would be conducted in two phases: the first phase would  take place between Dec. 3 and 5, while the second phase would be between  Dec. 9 and 19.</p>
<p>“That schedule is the last confirmation we  received from Santos. The schedule has been already been changed several  times,” she said.</p>
<p>Previously, Santos planned to stop its 110  million standard cubic feet per day (mmscfd) gas supply in April or June  this year, but then it revised the schedule to October. Before  postponing again until December, Santos said the stoppage would take  place in November.</p>
<p>“We don’t know whether the December schedule  is the final one or will be changed again. According to the latest  schedule, the gas supply will resume to its normal levels after Dec. 19.  We have informed our industrial customers about this situation,” Nella  revealed.</p>
<p>She continued that due to the shutdown, PGN may lose  income from gas sales to industries but there would be no compensation  from Santos. She added that this was the first time Santos had halted  its supply to PGN.</p>
<p>“Santos usually just reduces the supply during  maintenance. As of today, there are no alternative gas supplies for  industries,” Nella explained.</p>
<p>Santos plans to conduct  maintenance activities to repair its offshore rig in the Maleo field at  the Madura offshore block in East Java. The company claimed that the  repair work was necessary to realize its commitment to run safe  operations.</p>
<p>The Australian company holds a 67.5 percent share at  the Madura offshore block, while the remaining 32.5 percent is owned by  PC Madura Limited and PT Pantai Madura, which own 22.5 percent and 10  percent, respectively.</p>
<p>The secretary-general of the Forum for  Natural Gas-Using Industries (FIPGB) and head of the Ceramic  Association, Achmad Widjaya, told The Jakarta Post that he demanded PGN  provide compensation to industries, such as changing the gas to  compressed natural gas (CNG) and liquefied natural gas (LPG).</p>
<p>“We still hope Santos doesn’t fully stop the gas supply,” he said.</p>
<p>East  Java was home to 12 ceramic companies that employed around 3,000  workers, Achmad continued. The stoppage, he calculated, would incur a  loss of Rp 2.43 billion per day. Based on the FIPGB’s data, 326  factories from 22 industrial sectors still face gas shortages. The  industries, located in 16 provinces, include food and beverages,  textiles, fertilizers and ceramic tiles.</p>
<p>Upstream oil and gas  regulator, BP Migas Japalu, which oversees East Java, Papua and Maluku,  said earlier that it would seek a mechanism for Santos to stop producing  gas in stages until the second week of December, rather than all at  once. The gas producer might conduct the repairs on rotation, with one  day for repairs followed by two days of resumed gas production, and so  on. In this way, it could still supply gas to industries, the agency  suggested.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asaki.or.id/2011/12/maleo-shutdown-cuts-gas-supply-to-pgn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BP Migas: Industri Peroleh Alokasi Gas Terbesar</title>
		<link>http://asaki.or.id/2011/12/bp-migas-industri-peroleh-alokasi-gas-terbesar/</link>
		<comments>http://asaki.or.id/2011/12/bp-migas-industri-peroleh-alokasi-gas-terbesar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 09:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asaki.or.id/?p=1070</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA) &#8211; Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengungkapkan, sektor industri memperoleh alokasi gas terbesar selama kurun waktu 2003-2010. Tenaga Ahli BP Migas Fathor Rahman saat diskusi di Jakarta, Kamis mengatakan, selama 2003-2010, sektor industri memperoleh pasokan gas sebesar 10,1 triliun kaki kubik (TCF). &#8220;Dari alokasi total 20,1 TCF, industri menyerap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Jakarta  (ANTARA) &#8211; Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas)  mengungkapkan, sektor industri memperoleh alokasi gas terbesar selama  kurun waktu 2003-2010.</p>
<p>Tenaga Ahli BP Migas Fathor Rahman saat diskusi di Jakarta, Kamis  mengatakan, selama 2003-2010, sektor industri memperoleh pasokan gas  sebesar 10,1 triliun kaki kubik (TCF).</p>
<p>&#8220;Dari alokasi total 20,1 TCF, industri menyerap 10,1 TCF atau lebih dari 50 persen,&#8221; katanya.</p>
<p>Setelah industri, menurut dia, pembangkit listrik mendapat alokasi 6,9 TCF, dan pabrik pupuk dan amonia 3 TCF.</p>
<p>Alokasi gas buat industri dan pembangkit tersebut, lanjutnya, telah  menyubstitusi bahan bakar minyak sekitar tiga miliar barel.</p>
<p>&#8220;Pada harga minyak 100 dolar per barel, pasokan gas ke PLN mengurangi  subsidi listrik hingga 81 miliar dolar AS dan penghematan energi  industri sebesar 106 miliar dolar AS,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Fathor juga mengatakan, beberapa tahun terakhir, permintaan gas  mengalami peningkatan cukup signifikan menyusul kenaikan harga minyak.</p>
<p>Sementara, pemenuhannya membutuhkan paling tidak selama enam tahun.</p>
<p>&#8220;Penyediaan gas tidak bisa serta merta dalam jumlah besar dan cepat. Perlu waktu,&#8221; katanya.</p>
<p>Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Satya Yudha  mengatakan, pihaknya mendukung program pemerintah mengalokasikan gas  bumi buat memenuhi kebutuhan domestik.</p>
<p>Namun, lanjutnya, pemerintah perlu menetapkan formula harga yang jelas.</p>
<p>&#8220;Harga gas mesti dinaikkan sesuai keekonomian proyek pengembangan gasnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Permen ESDM No 3 Tahun 2010 tentang Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi  mengamanatkan, gas bumi diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri  dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur, besarnya  cadangan, keekonomian pengembangan lapangannya.</p>
<p>Berdasarkan data pemanfaatan gas yang dipublikasikan Kementerian  ESDM, alokasi domestik mencapai 58 persen dan ekspor 42 persen.</p>
<p>Komposisi domestik adalah pembangkit listrik 24 persen, industri 19  persen, pupuk 11 persen, produksi migas 3,8 persen, bahan bakar  transportasi 0,19 persen, dan gas kota 0,023 persen.</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asaki.or.id/2011/12/bp-migas-industri-peroleh-alokasi-gas-terbesar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasar Keramik Bisa Capai Rp20 Triliun</title>
		<link>http://asaki.or.id/2011/12/pasar-keramik-bisa-capai-rp20-triliun/</link>
		<comments>http://asaki.or.id/2011/12/pasar-keramik-bisa-capai-rp20-triliun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 09:28:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asaki.or.id/?p=1068</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Pasar keramik nasional pada tahun depan diperkirakan bisa mencapai Rp20 triliun. Angka itu mengalami kenaikan dari tahun ini yang sebesar Rp17 triliun dan realisasi 2010 Rp14,7 triliun. Pasar keramik pada tahun depan bisa mengalami kenaikan apabila pemerintah bisa menjamin adanya pasokan gas bagi sektor keramik serta memperbaiki kondisi infrastruktur yang hingga saat ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA &#8211; </strong>Pasar keramik nasional pada tahun depan  diperkirakan bisa mencapai Rp20 triliun. Angka itu mengalami kenaikan  dari tahun ini yang sebesar Rp17 triliun dan realisasi 2010 Rp14,7  triliun. Pasar keramik pada tahun depan bisa mengalami kenaikan apabila  pemerintah bisa menjamin adanya pasokan gas bagi sektor keramik serta  memperbaiki kondisi infrastruktur yang hingga saat ini masih menjadi  kendala.</p>
<p>&#8220;Untuk penjualan domestik di tahun 2012, prediksi kami  bisa mencapai Rp20 triliun. Tapi itu semua tergantung dari kebijakan  pemerintah. Kalau tidak ada jaminan pasokan gas tentu saja target  tersebut tidak akan tercapai,&#8221; kata Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri  Keramik Indonesia (Asaki) Achmad Widjaya di Jakarta, Selasa  (13/12/2011).</p>
<p>Achmad menjelaskan, berbeda dengan pasar di dalam  negeri yang semakin membaik, ekspor malah mengalami penurunan sejak tiga  tahun terakhir.</p>
<p>&#8220;Sekarang kita tidak lagi berharap pada pasar  ekspor. Sejak tiga tahun terakhir permintaan ekspor tidak bergeming.  Bisa ekspor 10 persen dari total produksi saja kita sudah sangat  bersyukur. Jadi orientasi kita saat ini adalah memperkuat penjualan di  pasar domestik saja,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, saat ini kendala yang  dihadapi oleh para pelaku industri keramik nasional bukan lagi  persaingan dengan produk-produk keramik impor asal China, namun pasokan  gas.</p>
<p>&#8220;Untuk keramik China harganya sudah mahal. Konsumen pasti  pilih produk lokal. Tapi yang jadi masalah saat ini, kita justru  kesulitan untuk memenuhi permintaan pasar domestik karena tidak ada  jaminan pasokan gas dari pemerintah,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Saat ini,  lanjutnya, produksi keramik nasional adalah sebesar 243 juta meter  persegi per tahun. Sedangkan untuk utilisasinya adalah 85 persen. Untuk  tahun depan, kata dia, produksi bisa naik menjadi 250 juta meter persegi  dan utilisasi hampir sama dengan tahun ini. Peningkatan itu bisa  tercapai apabila ada jaminan pasokan gas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asaki.or.id/2011/12/pasar-keramik-bisa-capai-rp20-triliun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengusaha Keramik Ancam Demo</title>
		<link>http://asaki.or.id/2011/12/pengusaha-keramik-ancam-demo/</link>
		<comments>http://asaki.or.id/2011/12/pengusaha-keramik-ancam-demo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 09:18:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asaki.or.id/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[Para pelaku industri dan rumah tangga pengguna gas yang dijual dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk terancam gulung tikar, sebab pertengahan November mendatang, Santos akan melakukan shut down atau penghentian produksi gas di Santos Sumenep. Akibat penghentian ini PT PGN SBU II Jatim tak lagi mampu menjual gas ke 12.325 pelanggannya. &#8220;Shut Down akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para pelaku industri dan rumah tangga pengguna gas yang dijual dari PT  Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk terancam gulung tikar, sebab pertengahan  November mendatang, Santos akan melakukan shut down atau penghentian  produksi gas di Santos Sumenep.</p>
<p>Akibat penghentian ini PT PGN  SBU II Jatim tak lagi mampu menjual gas ke 12.325 pelanggannya. &#8220;Shut  Down akan dilakukan minggu ke dua November nanti, mungkin selesainya 2  pekan kedepan atau sekitar 15 hari.</p>
<p>&#8220;Selama 15 hari itu Santos  harus menghentikan semua kegiatan eksploitasi gas. Artinya, produksi gas  sebanyak 110 Million Metric Square Cubic Feed Day (MMSCFD), harus  terhenti sementara,&#8221; beber Hadi Prasetyo, Kepala Perwakilan BP Migas  Japalu (Jatim, Papua, dan Maluku) dalam konferensi pers di kantor BP  Migas di Surabaya, Senin (24/10/2011).</p>
<p>Dikatakan, shut down  terpaksa dilakukan karena kaki produksi gasnya ada yang retak dan aturan  internasional tak mau mentolerir keretakan sedikit pun, sebab akan  memicu kecelakaan kerja yang cukup fatal. Dampaknya, citra safety yang  dijaga sumur eksplorasi minyak dan gas di Indonesia akan tercoreng.</p>
<p>&#8220;Ini  juga yang membuat produksi gas di Santos Sumenep ini merosot dari 120  MMCSFD menjadi 100-110 MMCSFD. Kekurangan yang sama juga terjadi di  sumur HESS Ujung Pangkah,&#8221; katanya. Pernyataan Hadi juga diamini oleh  Hamim Tohari, Community Relations Coordinator Santos.</p>
<p>&#8220;Kami tahu,  PGN sebagai satu-satunya pembeli gas kami akan merugi, tetapi untuk  menutupi agar shut down tak terlalu membuat PGN dan pelanggan  industrinya langsung terseok maka kami sudah mengusulkan agar shut down  dilakukan dengan sistem selang-seling. Mungkin sehari berhenti produksi,  sehari kami produksi lagi, hingga genap 15 hari proses perbaikan kaki  produksi kami,&#8221; sela Hamim Tohari.</p>
<p>Ketika ditanya apakah shut  down ini tak akan membuat Santos terkena finalty atau sanksi berupa  ganti rugi dari PGN yang telah menjalin kontrak kerja dengan Santos,  Hadi Prasetyo mengaku kerjasama antar kedua perusahaan ini berbeda  dimana PGN akan mengambil semua produksi gas di Santos Sumenep berapun  jumlahnya termasuk kekurangannya.</p>
<p>Saat disusun MoU 2005 lalu antara PGN dan Santos, kebutuhan gas tak sebesar saat ini,&#8221; kata Hadi.</p>
<p>Penghentian  produksi gas ini akan berdampak meruginya industri, sebab pelaku  industri di Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Pasuruan yang menjadi  pelanggan PGN SBU II Jatim akan menghentikan semua produksi mereka.   Meskipun shut down merupakan rutinitas rutin sumur bor gas, tetapi  jangka waktu shut down yang cukup lama yakni 2 minggu akan langsung  membuat industri kalang kabut.</p>
<p>Bahkan rencana shut down ini  mendapat reaksi keras dari Achmad Widjaja, Ketua Asosiasi Aneka Industri  Keramik Jatim, yang mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa ke Santos,  PGN dan lembaga pemerintahan di Jatim yang tak mampu melindungi  kepentingan industri.</p>
<p>&#8220;Santos sudah menggaungkan rencana shut  down ini sejak awal tahun, tetapi sampai sekarang tak jelas. Kok bisa  tiba-tiba saja, tanpa memberitahukan info ini kepada kami, mereka  langsung memutuskan November. Santos jangan hanya mau menang sendiri,  pertimbangkan juga usaha yang kami rintis saat ini,&#8221; ucap Achmad berang.</p>
<p>Achmad  menuntut, jika ada shut down yang berkepanjangan selama 15 hari, maka  Santos maupun PGN harus mampu menyediakan bahan bakar Elpiji sebagai  penggantinya. Sebab 10 industri keramik yang sudah tak lagi menggunakan  double engine untuk cadangan energi mereka, akan langsung terhenti.  Akibatnya 30 ribu pekerja di industri keramik akan menganggur.</p>
<p>&#8220;Sehari  kami memasak 900 meter kubik per hari dengan biaya 27.000 per meter  kubik, artinya untuk produksi sehari saja kami bisa rugi Rp 24,3 juta  dan jika dikalikan 10 industri pengolahan keramik, akan merugi hingga Rp  243 juta dan itu akan terjadi selama 15 hari. Belum lagi karyawan kami  juga tak bisa mendapatkan lembur. Silahkan saja hentikan pasokan gas,  maka buruh yang akan bergerak dijalanan,&#8221; tantang Achmad.</p>
<p>Achmad  pun tak bisa berpindah ke solar, karena selain biaya produksi akan  meningkat 2-3 kali lipat, kini perusahaan pengolahan keramik pun sudah  dilarang menggunakan solar atau bahan bakar minyak lainnya, karena  alasan pencemaran lingkungan.</p>
<p>&#8220;Kami dituntut untuk menjalankan prinsip go green tapi kok pemerintah dan penyedia gas-nya tak mau peduli,&#8221; keluhnya.</p>
<p>Bukan  hanya industri keramik yang akan berimbas. Imbas yang paling besar akan  terasa di bidang industri lain, sebab dari 322 pelanggan industri PGN  SBU II Jatim, 30 persen konsumsi gas digunakan oleh industri makanan dan  minuman. 16 persen gas digunakan oleh pabrik metal sedangkan keramik  menggunakan 18 persen dari total gas yang ada.sedangkan pabrik chemical  menggunakan 16 persen serta glass 15 persen.</p>
<p>Cahyo Triyogo,  General Manager PGN SBU II Jatim, membenarkan akan ada shut down dari  Santos yang selama ini menyumbang 110 MMCSFD dari total 130 MMCSFD gas  yang kini disalurkan ke pelanggan. Tetapi Cahyo mengaku, dampak shut  down, sudah disosialisasikan dan diterima dengan baik oleh pelanggannya.  Namun Cahyo, menolak jika PGN harus memberikan pengganti gas berupa  elpiji atau sejenisnya.</p>
<p>&#8220;Itu bukan kewenangan kami, sebab itu tak  ada dalam perjanjian kami dengan pelanggan. Ibaratnya, seperti PLN  mengalami gangguan dan listriknya mati, tak ada industri maupun rumah  tangga yang minta ganti, karena itu memang kondisi alam,&#8221; kilah Cahyo.</p>
<p>Cahyo,  memastikan semua pelanggannya sudah menyediakan pengganti energi selama  gas tak bisa dialirkan ke perusahaan industri mereka. Cahyo pun mengaku  PGN akan mengalami kemerosotan omset, tetapi dirinya sudah paham karena  akan ada shut down setiap tahunnya.</p>
<p>&#8220;Ya mau bilang apalagi, shut  down itu memang harus dilakukan. Industri seharusnya sudah menyiapkan  energi lainnya untuk kelangsungan produksi mereka,&#8221; tandasnya.<strong>[rea/</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asaki.or.id/2011/12/pengusaha-keramik-ancam-demo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Government Mulls Gas Export Restrictions to Fuel Local Needs</title>
		<link>http://asaki.or.id/2011/08/government-mulls-gas-export-restrictions-to-fuel-local-needs/</link>
		<comments>http://asaki.or.id/2011/08/government-mulls-gas-export-restrictions-to-fuel-local-needs/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 03:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Internasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asaki.or.id/?p=1059</guid>
		<description><![CDATA[The government, in an effort to meet domestic demand, is studying an option to tighten rules on liquefied natural gas exports, including a requirement for foreign companies to invest in Indonesia’s gas business, a government official said. “In future, we will only export LNG to countries that do not have their own natural resources,’’ said [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">
<div id="_mcePaste">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 325px"><img title="Workers being lifted by a crane to an offshore platform near Madura Island in East Java on Tuesday. The E38 West Madura Offshore block, operated by Pertamina, produces up to 14,000 barrels of oil and 120 million standard cubic feet of gas a day. (Antara Photo/Ismar Patrizki)" src="http://www.thejakartaglobe.com/media/images/medium2/20110809220117632.jpg" alt="" width="315" height="208" /><p class="wp-caption-text">Workers being lifted by a crane to an offshore platform near Madura Island in East Java on Tuesday. The E38 West Madura Offshore block, operated by Pertamina, produces up to 14,000 barrels of oil and 120 million standard cubic feet of gas a day. (Antara Photo/Ismar Patrizki) </p></div>
<p>The government, in an effort to meet domestic demand, is studying an option to tighten rules on liquefied natural gas exports, including a requirement for foreign companies to invest in Indonesia’s gas business, a government official said.</p></div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">“In future, we will only export LNG to countries that do not have their own natural resources,’’ said Evita Legowo, director general of oil and gas at the Energy Ministry on Tuesday. “Also, those [foreign] companies should invest in Indonesia,” Evita said.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">Evita stopped short of elaborating on the proposal, saying that “it’s only an idea. We’ll have to frame the rules first.”</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">Raden Priyono, chairman of BP Migas, the upstream gas and oil regulator, also supported the ministry’s idea.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">Indonesia has been struggling to meet growing demand for gas from domestic industries such as those producing ceramics and fertilizers, and has been accused of prioritizing foreign demand over local companies.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">Indonesian power sector players such as state utility company Perusahaan Listrik Negara have also been complaining about gas shortages.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">PLN needs approximately 1,800 million standard cubic feet per day in fuel to supply its 9,800 megawatt-capcity gas-fired power plants.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">According to data from the Forum for Gas-Using Industries (FIPGB), local companies need 800 million standard cubic feet per day of gas, but the current supply meets just half of that demand.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">Indonesia sold 55 percent of its gas production to overseas markets last year and the remainder to local companies.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">Achmad Widjaja, chairman of FIPGB said that he was not sure about the government’s plan to restrict gas exports from Indonesia.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">He said gas sales are often based on long-term contracts, which may pose difficulties for any government plan for short-term policy change.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">“It is difficult to try to amend advance sales contracts with countries that buy our gas,’’ Achmad said, “unless they want to lose oil and gas investment in Indonesia.”</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">BP Migas has announced plans to review its gas sales contracts, including sales to Perusahaan Gas Negara, the state gas distribution agency.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">Several gas producers including Total E&amp;P Indonesie, the biggest gas producer in Indonesia, were contacted for comment but did not respond to the Jakarta Globe.</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asaki.or.id/2011/08/government-mulls-gas-export-restrictions-to-fuel-local-needs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Industri Teken Pasokan Gas dengan PGN</title>
		<link>http://asaki.or.id/2011/06/industri-teken-pasokan-gas-dengan-pgn/</link>
		<comments>http://asaki.or.id/2011/06/industri-teken-pasokan-gas-dengan-pgn/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2011 05:04:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Properti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asaki.or.id/?p=1056</guid>
		<description><![CDATA[INVESTOR DAILY :: 21 Juni 2011 JAKARTA &#8211; Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk, hari ini (Selasa, 21/6), dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang kepastian pasokan gas. &#8220;Dengan adanya MoU itu, pasokan gas untuk industri diharapkan lebih terjamin sesuai kontrak,&#8221; kata Ketua Umum FIPGB Ahmad Safiun di Jakarta, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>INVESTOR DAILY :: 21 Juni 2011                          						 						 JAKARTA &#8211; Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk, hari ini (Selasa, 21/6), dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang kepastian pasokan gas.</p>
<p>&#8220;Dengan adanya MoU itu, pasokan gas untuk industri diharapkan lebih terjamin sesuai kontrak,&#8221; kata Ketua Umum FIPGB Ahmad Safiun di Jakarta, Senin (20/6).</p>
<p>Dia menjelaskan, selama 2010 PGN hanya memasok 828 mmscfd dari kontrak 1.039 mmsscfd. Tabun ini, kontrak pasokan gas untuk industri sekitar 1.016 mmscfd. Namun, dari jumlah itu, yang terealisasi diperkirakan hanya 751 mmscfd.</p>
<p>&#8220;Kami meminta PGN memenuhi pasokan gas sesuai kontrak. Untuk kekurangan gas, PGN bisa menurunkan jatah ekspor gas ke Singapura dan mengambil dari lifting gas yang dipakai Chevron,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Samuel Rumbajan mengharapkan pemerintah mempercepat pembangun, an infrastruktur pipa gas dari Suma-&#8217; tera Selatan ke Jawa Barat serta dari Kalimantan ke Jawa Tengah.</p>
<p>Dirjen Basis Industri Manufaktur Kemenperin Panggah Susanto mengatakan, pasokan gas yang akan diberikan PGN sekitar 800 mmscfd. &#8220;Keuntungan PGN yang cukup besar harusnya dikembalikan untuk investasi pengembangan pipa,&#8221; ujar Panggah.</p>
<p>Sementara itu, Menperin MS Hidayat mengungkapkan, di sela kunjungan kerja ke Jepang pekan lalu, pihaknya telah menegaskan kepada Pemerintah Jepang bahwa Indonesia akan membatasi, bahkan menghentikan ekspor bahan mentah sejumlah komoditas, seperti bahan tambang mineral, produk agro, dan petrokimia.</p>
<p>&#8220;Industri di Jepang harus siap-siap tak bisa mengimpor lagi bahan mentah mineral dari Indonesia mulai 2014. Pemerintah mengajak investor Jepang membangun pabrik pengolahannya di Indonesia,&#8221; kata dia. (eme)</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="if(typeof(jsCall)=='function'){jsCall();}else{setTimeout('jsCall()',500);}" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asaki.or.id/2011/06/industri-teken-pasokan-gas-dengan-pgn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

