ASOSIASI ANEKA INDUSTRI KERAMIK INDONESIA (ASAKI)

ASAKI pertama kali didirikan pada 17 Nopember 1972, yang kemudian berbadan hukum pada 30 April 1993. ASAKI Meliputi empat bidang industri keramik yaitu: tile, tableware, sanitary, roof tile, dan pemasok bahan baku dan mesin.


ASAKI mewadahi anggota sektor keramik :

I. Keramik Ubin (Lantai & Dinding)
Saat ini kapasitas industri keramik ubin Indonesia sebesar 510 juta M2 /tahun. 87% produksi dijual dalam negeri Secara kapasitas dan kualitas produksi keramik Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan penggunaan didalam negeri baik untuk pembangunan perumahan, gedung perkantoran, apartement, mall maupun bangunan-bangunan lainnya. Indonesia termasuk dalam Top 10 countries produksi keramik ubin, dalam posisi 9 dunia. Sebagian besar industri keramik ubin sudah menggunakan teknologi terkini yang tidak banyak berbeda dengan yang digunakan dinegara maju seperti di Italia, Spanyol dll .

II. Genteng keramik (Roof Tile)
Kapasitas produksi saat ini berkisar 75 juta pcs/tahun. Penggunaannya lebih banyak diutamakan untuk pembangunan perumahan di Dalam Negeri.

III. Saniter
Sebagian besar merk produk ini sudah dikenal masyarakat seperti merk TOTO dan American Standard yang memproduksi kloset, wastafel, urinal dll. Kapasitas produksi sekitar 5.6 juta pcs/tahun. Sebagian besar kebutuhan dalam negeri sudah dapat dipenuhi produsen kita. Keramik saniter, 75% dipergunakan pasar lokal, sedangkan ekspor kira-kira 25% dengan tujuan negara ekspor terbesar Amerika, Jepang, Australia dan ASEAN.

IV. Tableware
Produk ini adalah bagian kebutuhan peralatan rumah tangga berupa cangkir, mangkok, piring terbuat dari keramik. Kapasitas produksi kisaran 6.2 juta pcs/tahun. Beberapa industri dalam produksi ini fokus untuk di ekspor.

Adapun produsen dari keempat sektor industri keramik tersebut memiliki pabrik yang tersebar pada beberapa daerah di Indonesia yaitu : Tangerang (Banten), Jawa Barat (Bekasi, Karawang, Cikarang, Cibitung), Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara. Bidang industri keramik ini merupakan industri padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja termasuk mitra kerja mencapai 150,000 orang.










ASAKI EVENT DAN KEANGGOTAAN ASOSIASI INTERNASIONAL

Seiring makin berkembangnya industri keramik Indonesia dan sesuai dengan bidang industri yang kami wadahi, serta selaras dengan visi dan misi kami. Maka, sejak 2012 kami memiliki agenda tahunan pameran khusus keramik yang bernama KERAMIKA yang merupakan pameran terbesar produk industri keramik Indonesia. KERAMIKA menjadi satu-satunya pameran yang menampilkan beragam produk jadi hasil industri dalam negeri beserta dengan industri pendukungnya yang mengutamakan produsen keramik lokal, tanpa menutup partisipasi dari produsen luar negeri yang merupakan pendukung industri keramik untuk mesin dan bahan baku.

Pameran ini bertujuan menyatukan berbagai kepentingan pelaku industri keramik juga memperkenalkan produk Keramik terbaru hasil karya anak bangsa ke masyarakat pengguna dan distributor baik dalam negeri maupun mancanegara. Pameran ini sudah masuk dalam agenda pameran keramik dunia, karena hampir semua negara produsen besar keramik memiliki pameran di masing-masing negaranya.

Dalam kegiatan Internasional , ASAKI masuk kedalam anggota aktif CICA (Ceramic Industry Club of ASEAN), terdiri dari 5 negara yaitu: Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. CICA memiliki agenda rapat tahunan yang diselenggarakan secara bergiliran disetiap negara anggota CICA dan pada tahun 2015, ASAKI menjadi tuan rumah untuk rapat tahunan CICA yang telah diselenggarakan pada 29-31 Oktober 2015, di Yogyakarta, Indonesia. Pada rapat tahunan CICA 2015, sekaligus serah terima kepemimpinan Presiden CICA dari Filipina kepada Indonesia, Ketua Umum ASAKI, Bapak Elisa Sinaga untuk menjadi Presiden CICA periode 2015-2017. Sedangkan diluar regional ASEAN, ASAKI juga merupakan anggota World Tile Ceramic Forum (WTCF).

SEKILAS KERAMIK

Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pemba- karan. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisi- kan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk dapat menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar, seperti gerabah, genteng, porselin dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. (Yusuf, 1998:2).

KERAMIK merupakan komoditi yang telah digunakan oleh masyarakat dari semua kalangan yang dihasilkan dari pengolahan tambang seperti clay, feldspar, pasir silika dan kaolin melalui tahapan pembakaran dengan suhu tinggi (11000C-13500C). Industri keramik yang terdiri dari ubin (tile), saniter, perangkat rumah tangga (tableware), genteng telah memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pembangunan nasional melalui penyediaan kebutuhan domestik, perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja.

KARAKTERISTIK INDUSTRI KERAMIK : Penggunaan bahan baku tambang, Padat karya, Padat energi, meliputi : yang tidak dapat diperbaharui.

BAHAN BAKU KERAMIK : Clay (ball clays) Secara umum bahan Kaolin (china clay) baku utama untuk Bentonit pembuatan keramik berupa mineral. Oksida Felspar anorganik dan sebagian Piropilit oksida logam Silika Diperlukan pengolahan awal pada setiap bahan baku diantaranya benefisiasi.

KONSUMEN KERAMIK : Semua lapisan masyarakat diseluruh Indonesia, penggunaan keramik oleh masyarakat dalam bentuk ubin keramik, sanitaryware, tableware, genteng keramik, gerabah dan handcraft, serta dalam bentuk khusus seperti : insulator listrik, bahan-bahan laboratorium, barang kesehatan, elektronika.

PENGELOMPOKAN PRODUK KERAMIK :

1. Keramik ubin / tile: Ubin lantai, ubin perapian, atau ubin dinding
2. Keramik Saniter: Bak Cuci, wastafel, bak mandi, kloset, tangki air, pembilasan dan perelngkapan saniter semacam itu dari keramik, porselein atau tanah lempung china.
3. Keramik Tableware: Perangkat makan, perangkat dapur, dan perelngkapan rumah tangga lainnya.
4. Keramik Genteng
5. Keramik Hias

Berdasarkan fungsi dan strukturnya produk keramik dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis yaitu keramik konvensional dan keramik maju.

KERAMIK KONVENSIONAL : menggunakan bahan konvensional bahan alam fasa amorf (dengan atau tanpa Keramik konvensional dapat dibagi diolah. dalam 2 • Industri keramik berat (dua) golongan masing – masing : terdiri dari • refraktori, mortar, abrasive dan industri semen Industri keramik halus yang terdiri dari industri gerabah/keramik hias, porselen lantai dan dinding (tile), saniter, tableware dan isolator listrik.

KERAMIK MAJU : Keramik maju dikenal juga advanced ceramics menggunakan bahan baku artifikal murni yang mempunyai fasa kristalin. Beberapa jenis industri keramik maju antara lain : • Zirkonia dan silikon, seperti untuk kebutuhan otomotif (blok mesin, gear, mata pisau dan gunting • Barium titanat untuk industri elektronika (kapasitor dan gunting) • Keramik nitrid oksida (zirkon nitride, magnesium nitride, cilikon karbida) digunakan untuk high technologi, cutting tools, komponen mesin, alat ekstraksi dan pengolahan logam • Fiber optic di industri telekomunikasi, penerangan, gedung pencakar langit dan tenaga surya

Industri keramik sesuai dengan Peraturan Nasional adalah salah satu industri yang dapat berpartisipasi untuk mengantarkan Indonesia menjadi Negara Industri Maju, didukung dengan ketersediaan teknologi dan inovasi produk yang variatif sehingga keramik produksi dalam negeri dapat diterima dipasar luar negeri. Industri Keramik Indonesia sangat menjanjikan seiring dengan meningkatnya permintaan akan kebutuhan properti baik itu gedung perkantoran, rumah tinggal, rumah susun, rumah sederhana sehat dan berbagai jenis properti lainnya

Designed & developed by
Copyright of ASAKI © 2015. All rights reserved.